5 Informasi Ini Jangan Pernah Dibagikan ke ChatGPT, Risikonya Serius
5 Informasi Ini Jangan Pernah Dibagikan ke ChatGPT, Risikonya Serius--(freepik)
BELITONGEKSPRES.COM - Penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif kian masif. ChatGPT kini merespons sekitar 2,5 miliar prompt setiap hari dari pengguna di seluruh dunia.
Berbeda dengan mesin pencari yang hanya menampilkan tautan, ChatGPT menyajikan jawaban dalam bentuk percakapan. Responsnya terasa personal dan praktis.
Namun di balik kemudahan itu, para pakar keamanan digital mengingatkan adanya risiko serius jika pengguna sembarangan membagikan informasi.
ChatGPT bukan sistem pasif. Teknologi ini terus berkembang dan memproses data dari interaksi pengguna.
BACA JUGA:Deretan HP 1 Jutaan Paling Worth It Awal 2026, Buruan Beli Sebelum Harga Naik
Meski OpenAI telah menerapkan berbagai lapisan pengamanan, insiden kebocoran data di industri AI menunjukkan bahwa celah keamanan tetap ada.
Pada Januari 2025, Meta sempat memperbaiki bug di Meta AI yang memungkinkan pengguna melihat prompt pribadi orang lain.
Versi awal ChatGPT juga pernah rentan terhadap teknik prompt injection yang berpotensi mengekspos data sensitif.
Bahkan, percakapan ChatGPT yang dibagikan publik sempat terindeks mesin pencari seperti Google.
BACA JUGA:5 Perusahaan Indonesia Diakuisisi Singapura Sepanjang 2025, Ini Daftarnya
Situasi ini menegaskan satu hal. Etika kebersihan digital yang berlaku di internet juga wajib diterapkan saat menggunakan chatbot AI. Bahkan, karena teknologinya masih relatif baru, tingkat kehati-hatian perlu lebih tinggi.
Berikut lima jenis informasi yang sebaiknya tidak pernah dibagikan ke ChatGPT demi melindungi keamanan data pribadi seperti dilansir dari Slashgear, Sabtu (3/1/2026).
1. Data Pribadi
Banyak pengguna tanpa sadar membagikan data sensitif. Riset Safety Detectives terhadap 1.000 percakapan ChatGPT yang tersedia publik menemukan nama lengkap, alamat rumah, nomor identitas, nomor telepon, email, hingga username dan kata sandi.