Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Makin Ramai, Aplikasi Chat Ini Disebut Pembunuh WhatsApp

Makin Ramai, Aplikasi Chat Ini Disebut Pembunuh WhatsApp-ist/ai-

BELITONGEKSPRES.COM - WhatsApp masih menjadi aplikasi pesan instan paling populer di dunia. Namun di 2025, tanda-tanda pergeseran mulai terlihat. Sebagian pengguna perlahan meninggalkan WhatsApp dan beralih ke aplikasi pesaing yang dinilai lebih aman dan minim gangguan.

Salah satu alasan utama adalah isu privasi. Sejumlah pengguna menilai perlindungan data di WhatsApp tidak lagi sekuat dulu. Munculnya iklan di dalam aplikasi juga dianggap mengganggu kenyamanan saat berkirim pesan.

Di tengah situasi itu, Telegram muncul sebagai pesaing paling serius. Aplikasi pesan instan besutan Pavel Durov ini terus mencatatkan pertumbuhan pengguna yang signifikan.

Pendiri Telegram, Pavel Durov, mengungkapkan jumlah pengguna aktif Telegram telah menembus 1 miliar orang per Maret 2025. Dalam periode yang sama, Telegram juga mencatatkan keuntungan sebesar 547 juta dolar AS sepanjang tahun lalu.

BACA JUGA:Waspada! 15 Aplikasi Ini Jadi Jalur Maling M-Banking, Jutaan Orang Terlanjur Download

BACA JUGA:5 Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Referral, Cair ke Dompet DANA

Capaian tersebut membuat Telegram kian dekat menantang dominasi WhatsApp. Sebagai perbandingan, WhatsApp saat ini memiliki lebih dari 2 miliar pengguna aktif dan diproyeksikan mencapai 3 miliar pengguna pada akhir 2025.

Pavel Durov tak ragu menyindir pesaingnya. Dikutip dari TechCrunch, Minggu (21/12/2025), ia menyebut WhatsApp sebagai layanan murah yang terus meniru inovasi Telegram.

“Di atas kami ada WhatsApp, layanan murah yang meniru Telegram. Selama bertahun-tahun mereka mencoba mengikuti inovasi kami sambil membakar miliaran dolar untuk lobi dan kampanye PR demi memperlambat pertumbuhan kami,” ujar Durov.

Menurutnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Telegram justru terus tumbuh, menghasilkan keuntungan, dan tetap mempertahankan independensinya.

BACA JUGA:Daftar 11 Aplikasi Populer Buatan Militer Israel, Banyak Dipakai di Indonesia

BACA JUGA:Main Game dan Tukar Poin, Saldo DANA Gratis Rp109.000 dari Aplikasi Penghasil Uang Ball Sort

Data DemandSage mencatat, saat ini sekitar 10 juta pengguna telah berlangganan Telegram Premium. India menjadi pasar terbesar Telegram dengan kontribusi 45 persen dari total pengguna. Sementara Amerika Serikat hanya menyumbang sekitar 9 persen.

Dari sisi demografi, mayoritas pengguna Telegram berasal dari kelompok usia 25 hingga 44 tahun dengan porsi 53,2 persen. Pengguna pria masih mendominasi dengan perbandingan 58 persen, sedangkan perempuan 42 persen.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan