Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

5 Bahaya Flexing Berlebihan di Medsos, Dampak Bagi Keluarga & Cara Menguranginya

Ilustrasi: Bahaya Flexing Berlebihan di Medsos, Dampak Bagi Keluarga & Cara Menguranginya--(freepik)

4. Tekanan sosial pada remaja

Anak-anak, terutama remaja, kerap menuntut barang-barang tertentu demi bisa ikut flexing. Saat orang tua tidak mampu memenuhi, mereka rentan merasa frustrasi, marah, atau kehilangan kepercayaan diri.

5. Orientasi hidup hanya pada materi

Ketika flexing menjadi kebiasaan, pola pikir seseorang bisa bergeser hanya pada harta dan benda. Dalam kasus ekstrem, hal ini bisa mendorong tindakan tidak etis seperti korupsi, yang kerap terbongkar akibat gaya hidup mewah di media sosial.

BACA JUGA:Tips Sehat Pekerja Shift Malam agar Tubuh Tetap Bugar dan Fokus

Cara Mengurangi Kebiasaan Flexing

Para pakar mengingatkan bahwa flexing berlebihan dapat dicegah dengan kesadaran pribadi dan pola hidup lebih sederhana. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

1. Tidak memaksakan diri

Hiduplah sesuai kemampuan finansial, tanpa perlu meniru gaya hidup orang lain yang tampak di media sosial.

2. Mencontoh kesederhanaan orang kaya sejati

Banyak orang kaya sungguhan justru tampil sederhana, tidak berisik soal penampilan, dan rendah hati dalam keseharian.

3. Memposting pencapaian secara wajar

Gunakan media sosial untuk berbagi hal positif, karya, atau kontribusi bagi masyarakat, bukan sekadar memamerkan barang atau kemewahan.

Fenomena flexing memang sulit dipisahkan dari budaya digital saat ini. Namun, dengan kesadaran dan sikap bijak, kebiasaan pamer bisa dikendalikan agar tidak merusak hubungan sosial maupun rumah tangga.***

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan