Punya Pinjol tapi Ingin KUR BRI 2025? Ini Solusi agar Tidak Ditolak
Punya Pinjol tapi Ingin KUR BRI 2025? Ini Solusi agar Tidak Ditolak--(Dok: BRI)
Legalitas Usaha Jadi Penentu Tambahan
Di luar persoalan pinjaman, aspek legalitas usaha juga menjadi fokus utama BRI. Usaha yang dijalankan pemohon KUR harus memiliki unsur berikut:
- Legal dan aktif beroperasi minimal 6 bulan
- Tidak melanggar hukum, tidak menjual barang terlarang, dan tidak mengandung unsur berbahaya
- Dibuktikan dengan dokumen legal seperti SKU dari kelurahan atau sertifikat OSS
BRI tidak memproses pengajuan KUR jika legalitas usaha tidak bisa dibuktikan, meski skor kredit dan catatan pinjol calon debitur tergolong baik.
BACA JUGA:Daftar 508 Pinjol Ilegal yang Diblokir OJK Sepanjang 2025, Waspadai Modus Baru Penipuan
Tips Lolos KUR Meski Masih Punya Pinjol Aktif
Bagi pelaku UMKM yang saat ini masih punya pinjol aktif namun ingin mengajukan KUR BRI 2025, berikut beberapa tips agar permohonan tetap bisa dipertimbangkan:
- Pastikan pinjol berasal dari platform legal yang terdaftar dan diawasi oleh OJK
- Jaga catatan pembayaran tetap lancar, hindari keterlambatan satu hari pun
- Bila memungkinkan, lakukan pelunasan pinjol lebih awal sebelum mengajukan KUR
- Gunakan pinjol secara produktif untuk usaha, bukan untuk konsumsi pribadi
- Lengkapi semua dokumen legalitas usaha, termasuk dokumen pendukung aktivitas bisnis (nota, faktur, foto usaha)
Langkah-langkah ini akan menunjukkan bahwa Anda adalah calon debitur yang terkendali secara finansial, disiplin dalam pembayaran, dan serius dalam menjalankan usaha.
Pinjol Tidak Selalu Jadi Hambatan
Kesimpulannya, pinjol tidak serta-merta menjadi batu sandungan bagi pelaku UMKM yang ingin mengakses KUR BRI 2025. Yang penting adalah status pinjaman Anda jelas, legal, dan terkelola dengan baik.
Kedisiplinan membayar dan legalitas usaha akan menjadi modal utama dalam menembus seleksi kredit dari BRI. Program KUR tetap menjadi salah satu sumber pembiayaan yang terpercaya, ringan, dan terjangkau bagi pelaku usaha kecil di Indonesia.***