Penanganan Stroke Harus Cepat, Keterlambatan Bisa Sebabkan Cacat Permanen
Ilustrasi stroke. (freepik.com)--
BELITONGEKSPRES.COM - Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Penanganan yang terlambat membuat banyak pasien mengalami kerusakan permanen akibat terganggunya aliran darah ke otak dalam waktu singkat.
Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Village, Erick Prawira Suhardhi, mengatakan kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi faktor utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien, terutama pada kasus stroke iskemik akut.
“Dalam penanganan stroke, kecepatan dan ketepatan sangat krusial. Sistem penanganan yang cepat dan terkoordinasi dapat meningkatkan peluang pemulihan pasien secara signifikan,” ujar Erick kepada wartawan, Jumat 8 Mei.
Ia menjelaskan, sel otak dapat mengalami kerusakan hanya dalam hitungan menit ketika aliran darah terhambat. Karena itu, pasien stroke membutuhkan tindakan medis segera untuk membuka kembali aliran darah menuju otak.
BACA JUGA:Neurorestorasi: Metode Medis Modern untuk Pulihkan Otak dan Tubuh Pasca Stroke
Menurut Erick, keterlambatan penanganan tidak hanya memperburuk kondisi pasien, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan fungsi tubuh secara permanen hingga disabilitas jangka panjang.
Penanganan stroke, lanjut dia, memerlukan kerja sama tim multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis saraf, bedah saraf, radiologi, ICU, hingga rehabilitasi medik.
Selain itu, dukungan teknologi medis dan penerapan protokol klinis yang terstandarisasi juga dinilai penting agar pasien memperoleh tindakan cepat dan tepat.
“Kolaborasi tim dan kesiapan teknologi menjadi kunci utama. Kami memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang optimal sejak fase akut hingga pemulihan,” katanya.
Sebagai bagian dari penguatan layanan stroke, Siloam Hospitals Lippo Village menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi Clinical Care Program untuk Acute Ischemic Stroke dari Joint Commission International (JCI) pada 11 Maret 2026.
Rumah sakit tersebut juga mempertahankan akreditasi JCI selama tujuh tahun berturut-turut.
Sertifikasi Clinical Care Program Certification (CCPC) diberikan kepada rumah sakit yang dinilai memiliki sistem penanganan stroke terintegrasi, mulai dari respons kegawatdaruratan, diagnosis cepat, intervensi medis, hingga rehabilitasi pasien. (jawapos)