Bahaya Sinar UV untuk Kulit, Picu Penuaan Dini hingga Risiko Kanker
Ilustrasi - Risiko sinar UV untuk kulit, dari bintik penuaan hingga kanker--freepik
BELITONGEKSPRES.COM - Paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit sekaligus meningkatkan risiko kanker kulit. Dokter spesialis kulit dan kelamin, R Amanda Sumantri, mengingatkan dampak ini terjadi akibat perubahan DNA pada sel kulit yang terpapar sinar matahari secara terus-menerus.
“Paparan sinar ultraviolet yang mengenai kulit selama bertahun-tahun akan mengubah DNA dalam sel-sel kulit sehingga memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit,” ujar Amanda yang berpraktik di RS Premier Bintaro.
Menurut dia, tanda penuaan dini umumnya muncul pada area tubuh yang sering terkena sinar matahari seperti wajah, leher, punggung tangan, lengan, kaki, dan bagian atas dada.
Gejala yang muncul antara lain terlihatnya pembuluh darah kecil di hidung, pipi, dan leher, berkurangnya elastisitas kulit, serta munculnya garis halus dan kerutan terutama di sekitar mata dan mulut.
Selain itu, paparan UV juga dapat memicu berbagai gangguan kulit lain seperti bercak merah kasar dan bersisik yang dikenal sebagai keratosis aktinik, perubahan warna kulit seperti melasma, munculnya bintik penuaan, hingga bercak putih di beberapa bagian tubuh.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Sunscreen Untuk Kulit Kering, Jaga Wajah Dari Paparan Sinar UV
Kondisi ini dapat membuat warna kulit menjadi tidak merata, tekstur kulit berubah, serta menyebabkan penipisan kulit.
Untuk mencegah dampak tersebut, Amanda menyarankan penggunaan tabir surya dengan SPF tinggi dan tahan air setiap hari, terutama pada area kulit yang terbuka. Penggunaan sunscreen perlu diulang setiap dua jam untuk menjaga perlindungan tetap optimal.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menggunakan pelindung tambahan seperti topi lebar, kacamata hitam dengan perlindungan UV, serta pakaian berlengan panjang saat beraktivitas di luar ruangan.
“Menghindari paparan sinar matahari langsung mulai pukul 10 pagi sampai 4 sore juga dapat membantu mengurangi risiko,” ujarnya.
BACA JUGA:Mata Juga Bisa Terbakar Sinar UV! Kenali Bahaya dan Cara Mencegahnya
Amanda menegaskan kerusakan DNA akibat paparan sinar UV tidak dapat sepenuhnya kembali seperti semula. Meski demikian, tanda penuaan dini masih dapat ditangani melalui berbagai metode perawatan medis.
Beberapa perawatan yang dapat dilakukan antara lain laser skin rejuvenation untuk merangsang produksi kolagen dan mengurangi kerutan, microdermabrasion untuk mengangkat sel kulit mati, serta chemical peeling untuk memperbaiki warna kulit.
Selain itu, tersedia pula terapi dermal filler untuk menggantikan kolagen yang berkurang dan perawatan intense pulsed light yang memanfaatkan gelombang cahaya untuk mengurangi tanda penuaan.