Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

7 Cara Mencegah Penyakit yang Ditularkan Melalui Air

Ilustrasi air minum--freepik

Kesesuaian antara teknologi pemurnian dan kondisi air sangat menentukan efektivitas hasil penyaringan.

BACA JUGA:Awas! Tanda Penyakit di Balik Kebiasaan Sering Membunyikan Leher

BACA JUGA:Dokter Ungkap Cara Efektif Cegah Ambeien dengan Pola Makan Sehat

4. Simpan air hasil pemurnian dengan benar

Air yang telah dimurnikan tetap berisiko tercemar jika disimpan secara tidak higienis. Gunakan wadah yang bersih dan tertutup rapat, hindari kontak langsung tangan saat menuang air, serta bersihkan botol, galon, dan dispenser secara rutin. Kebersihan penyimpanan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas air.

5. Jaga kebersihan titik keluaran air

Keran, dispenser, dan saluran keluaran pemurni air dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri jika jarang dibersihkan. 

Membersihkan bagian-bagian tersebut secara rutin dengan disinfektan membantu mencegah terjadinya kontaminasi ulang pada air yang sudah disaring.

6. Waspadai perubahan musim

Kualitas air dapat berubah seiring pergantian musim. Pada musim hujan, misalnya, risiko kontaminasi mikroba cenderung meningkat. Pemeriksaan kondisi air secara musiman dapat membantu mendeteksi perubahan kualitas sejak dini.

7. Lakukan perawatan dan penggantian filter tepat waktu

Perawatan rutin pada alat pemurni air, termasuk mengganti filter sesuai jadwal, sangat penting untuk menjaga kinerjanya tetap optimal. Filter yang sudah jenuh tidak lagi efektif menyaring kontaminan dan justru dapat menurunkan kualitas air.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, risiko penyakit yang ditularkan melalui air dapat diminimalkan dan kualitas air minum di rumah tetap terjaga. ***

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan