Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Waspada Super Flu! Babel Nihil Kasus, Sumsel Sudah Catat 5 Orang Terinfeksi

Waspada Super Flu! Babel Nihil Kasus, Sumsel Sudah Catat 5 Orang Terinfeksi--(freepik)

BELITONGEKSPRES.COM - Penyakit super flu kini menjadi perhatian global. Penyebarannya meluas di berbagai negara dan dinilai berpotensi memicu musim flu yang berat. Masyarakat diminta tidak meremehkan gejalanya.

Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa super flu dapat menyebabkan penyakit serius. Varian influenza A H3N2 subclade K disebut sebagai pemicu utama lonjakan kasus flu di sejumlah negara.

“Seiring masuknya musim flu, ini kemungkinan menjadi musim yang berat,” ujar seorang profesor kesehatan masyarakat dari Northeastern University, dikutip dari Northeastern Global News.

Varian ini pertama kali memicu lonjakan kasus di Inggris. Jurnal Asosiasi Medis Inggris menyebut subclade K sebagai penyebab awal musim flu parah di negara tersebut. Penyebarannya kemudian meluas ke Eropa dan Australia.

BACA JUGA:Mensos Pastikan Warga yang Rumahnya Rusak Akibat Banjir Dapat Bantuan Lengkap

Virus tersebut kini menyeberangi Atlantik dan menjadi strain dominan di Amerika Serikat. Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat lonjakan tinggi di New York, Rhode Island, Colorado, dan Louisiana, serta peningkatan signifikan di banyak negara bagian lain.

“Inggris terdampak cukup parah, begitu juga Eropa dan Australia. Ini sinyal kuat tentang apa yang mungkin kita hadapi,” kata Neil Maniar, Direktur Program Magister Kesehatan Masyarakat Northeastern University.

Ia menegaskan musim flu kali ini berpotensi sangat berat. Strain yang dominan saat ini juga dinilai dapat menyebabkan penyakit dengan gejala cukup serius.

Kekhawatiran lain muncul karena ketidaksesuaian strain dengan vaksin flu tahun ini. Kondisi tersebut meningkatkan potensi lebih banyak orang menjadi rentan tertular.

BACA JUGA:KPK Siap Terapkan KUHP dan KUHAP Baru Januari 2026

Vaksin Tidak Sepenuhnya Cocok

Profesor klinis asosiasi farmasi dan ilmu sistem kesehatan Northeastern University, Brandon Dionne, menjelaskan bahwa virus ini mengalami mutasi pada protein permukaan hemaglutinin.

Protein tersebut berperan memicu respons antibodi dalam vaksin. Akibat mutasi, vaksin tidak sepenuhnya cocok dengan virus H3N2 subclade K.

“Vaksin yang ada tidak sepenuhnya sesuai dengan strain ini dibandingkan virus yang digunakan saat pengembangan,” jelas Dionne.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan