Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Mentan Gandeng Danantara Percepat Implementasi B50 dan E20

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjawab pertanyaan awak media di Jakarta, Kamis (12/3/2026)-Harianto-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Pemerintah mempercepat pengembangan bioenergi nasional melalui implementasi biodiesel B50 dan etanol E20 sebagai upaya memperkuat ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik global. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut langkah ini dilakukan bersama BUMN dan Danantara untuk mengurangi ketergantungan impor energi.

Menurut Amran, percepatan program bioenergi merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan secara kolaboratif lintas sektor.

“Ini arahan Bapak Presiden. Kami bersama BUMN, Danantara, kami kolaborasi untuk mewujudkan gagasan besar Bapak Presiden,” kata Mentan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Kementerian Pertanian bersama BUMN kini memfokuskan percepatan pengembangan bioenergi dari biodiesel hingga etanol sebagai strategi menuju kemandirian energi nasional. Salah satu target utama adalah penerapan biodiesel B50 yang direncanakan mulai berjalan tahun ini.

“Arahan Bapak Presiden, yaitu biofuel. B50 jalan kita stop impor solar 5 juta ton. Nah ini capaian yang luar biasa. Karena akan membuka lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.

BACA JUGA:Program Biodiesel B40 Berhasil Pangkas Impor Solar hingga 3 Juta Ton

Selain biodiesel, pemerintah juga mendorong percepatan pengembangan etanol melalui mandatori E20. Program ini diproyeksikan membutuhkan sekitar 8 juta ton etanol untuk mendukung bauran energi nasional.

“Yang paling terakhir adalah etanol. Kita menuju mandatori E20. Kita butuh 8 juta ton etanol. Artinya apa? Suatu saat kita mandiri karena Brasil sekarang sudah bisa E70, E100,” jelasnya.

Amran menilai, jika seluruh ekosistem bioenergi berjalan optimal, dampaknya akan signifikan terhadap perekonomian nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau ini semuanya mandiri, insya Allah, menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, kemudian pengangguran kita turunkan, kesejahteraan meningkat, Indonesia emas kita rebut,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa implementasi B40 saat ini sudah berhasil menekan ketergantungan impor energi. Bahkan, dengan penerapan B50 ke depan, Indonesia berpotensi menjadi eksportir solar.

BACA JUGA:ESDM: SPBU Swasta Beli Solar Dalam Negeri dari Pertamina Mulai April 2026

"Dan dengan B40 sekarang sebetulnya kita sudah nggak impor solar. Nanti kalau B50 kita bahkan ekspor solar. Jadi yang sekarang B40 sudah terpenuhi,” lanjutnya.

Untuk mendukung kebijakan E20, pembangunan fasilitas produksi etanol terus dipercepat agar kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan