APBN Tanggung Rp1,77 Triliun Biaya Pesawat Haji Imbas Kenaikan Harga Avtur
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026)-Prisca Triferna Violleta-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran Rp1,77 triliun dari APBN untuk menutup kenaikan biaya pesawat jamaah haji akibat lonjakan harga avtur, tanpa membebani jemaah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tambahan anggaran untuk biaya penerbangan haji 2026 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Dari APBN lah, kan masih ada cadangan-cadangan," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, cadangan anggaran tersebut berasal dari hasil efisiensi belanja negara yang dihitung sepanjang tahun dan dialokasikan kembali untuk kebutuhan prioritas.
Menurut Purbaya, dana efisiensi tersebut dapat digunakan untuk menutup pos pengeluaran baru, termasuk kenaikan biaya penerbangan haji akibat lonjakan harga avtur.
BACA JUGA:Prabowo Tak Ingin Kenaikan Harga Avtur Membebani Jemaah Haji
BACA JUGA:Harga Avtur Naik Tajam, Pemerintah Pastikan Biaya Haji Tidak Bertambah
"Kita kan udah efisiensi. Itu saya yakin efisiensi itu yang dihitung setahun, sebagiannya, sampai akhir tahun kan. Kalau efisiensi itu diambil, ditaruh di satu tempat, nanti itu akan disalurkan ke yang tadi, ke yang pengeluaran baru," jelasnya.
Dengan skema tersebut, pemerintah memastikan tidak ada tambahan biaya yang dibebankan kepada jamaah haji.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan biaya haji 2026 tetap diturunkan sekitar Rp2 juta meskipun terjadi kenaikan harga avtur.
“Kita pastikan bahwa biaya haji 2026, kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta rupiah, walaupun harga avtur naik,” kata Presiden Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta, Rabu.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan sebesar Rp1,77 triliun untuk sekitar 220 ribu calon jamaah haji yang terdampak kenaikan biaya penerbangan.
Kebijakan tersebut diambil agar biaya haji tetap terjangkau di tengah tekanan harga energi global.
Sebagai informasi, pemerintah bersama DPR RI telah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 sebesar Rp87.409.366 per jamaah, atau turun sekitar Rp2 juta dibandingkan tahun sebelumnya. (antara)