Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Kesepakatan AS-Iran, Pasar Global Berbalik Arah
Ilustrasi: Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Kesepakatan AS-Iran, Pasar Global Berbalik Arah--disway.id
JAKARTA, BELITONGEKSPRES.COM – Kesepakatan gencatan senjata AS-Iran dan pembukaan Selat Hormuz langsung menekan harga minyak dunia, sekaligus memicu lonjakan pasar saham global.
Harga minyak dunia turun drastis setelah Amerika Serikat menyetujui sejumlah syarat Iran, termasuk gencatan senjata sementara dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Melansir laporan The Guardian, Rabu (8/4/2026), keputusan kesepakatan AS-Iran tersebut langsung memicu perubahan besar di pasar global hanya dalam hitungan jam.
Penurunan tajam ini terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik yang sebelumnya memicu lonjakan harga energi dunia dan kekhawatiran gangguan distribusi minyak dari kawasan Teluk Persia.
BACA JUGA:Bahlil Buka Peluang Impor Minyak Rusia untuk Amankan Pasokan BBM
Harga Minyak Turun Tajam, Pasar Saham Menguat
Indeks minyak mentah berjangka Amerika tercatat turun lebih dari 14 persen menjadi 96,27 dolar AS per barel.
Sementara minyak mentah Brent sebagai acuan global ikut turun 14,4 persen ke level 93,48 dolar AS per barel.
Di saat yang sama, pasar saham justru bergerak positif. Indeks berjangka S&P 500 naik 2,2 persen, sedangkan indeks Dow Jones melonjak sekitar 930 poin atau 2 persen.
Pergerakan ini mencerminkan pergeseran sentimen pasar dari kekhawatiran menuju optimisme setelah risiko konflik mulai mereda.
BACA JUGA:Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun Meski Harga Minyak Dunia Melonjak
Kesepakatan AS-Iran Jadi Titik Balik
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan menunda ancaman serangan terhadap target strategis di Iran, termasuk infrastruktur vital seperti pembangkit listrik dan fasilitas lainnya.
Keputusan ini diambil dengan syarat Iran menyetujui gencatan senjata selama dua minggu serta membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.