Pemerintah Kaji Kemungkinan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi
Dari kiri ke kanan - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Deputi Perekonomian Sekretariat Kabinet Satya Bhakti Parikesit dalam konferensi pers di Jakarta, -Bayu Saputra-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Pemerintah masih mengkaji kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi di tengah dinamika harga energi global. Hasil kajian tersebut akan diumumkan setelah proses analisis selesai.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keputusan terkait harga BBM nonsubsidi belum final dan masih dalam tahap pembahasan.
"Itu masih dikaji. Jadi nanti pada waktu pengkajian selesai nanti pasti juga akan disampaikan ke publik," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga BBM subsidi tetap aman dan tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
Menurutnya, pemerintah telah melakukan perhitungan fiskal dengan asumsi harga minyak dunia berada di kisaran rata-rata 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun.
BACA JUGA:Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun Meski Harga Minyak Dunia Melonjak
BACA JUGA:Bahlil Buka Peluang Impor Minyak Rusia untuk Amankan Pasokan BBM
Purbaya menegaskan, kondisi anggaran negara masih cukup kuat untuk menopang kebijakan tersebut. Pemerintah juga terus melakukan efisiensi belanja guna menjaga defisit tetap terkendali di level sekitar 2,9 persen.
Selain itu, pemerintah masih memiliki cadangan fiskal berupa sisa anggaran lebih yang mencapai sekitar Rp420 triliun. Dana ini dapat dimanfaatkan jika terjadi tekanan tambahan terhadap anggaran.
"Kalau kepepet itu masih bisa dipakai, tapi rasanya kita ke sana masih jauh karena harga minyak kecil peluangnya bertahan di atas 100 dolar AS per barel untuk waktu yang berkepanjangan," kata Purbaya.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi fiskal pemerintah. Menurutnya, kapasitas anggaran saat ini masih memadai untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi dan menghadapi berbagai risiko global. (antara)