Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Jaga Harga Beras, Bulog Targetkan Penyaluran 828 Ribu Ton SPHP di 2026

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media di Jakarta, Sabtu (28/3/2026)-Harianto-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Perum Bulog menargetkan penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebanyak 828 ribu ton sepanjang 2026. Program ini dijalankan tanpa jeda selama satu tahun penuh untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus menahan lonjakan harga di pasar.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penugasan tersebut merujuk pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 204 tertanggal 11 Februari 2026 terkait penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah.

"Dasar hukum penugasan kami sesuai dengan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 204 tanggal 11 Februari 2026 yang mana total SPHP tahun ini 828 ribu ton yang harus kami salurkan," kata Rizal di Jakarta, Jumat.

Penyaluran beras dilakukan langsung ke pasar rakyat agar harga tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, distribusi juga menyasar Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dengan memastikan pasokan tersedia secara berkelanjutan.

Bulog juga terlibat dalam program Gerakan Pangan Murah bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai instansi untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

BACA JUGA:Bulog Pastikan Stok Pangan Aman di Tengah Konflik Timur Tengah dan Ancaman El Nino

Distribusi beras SPHP diperluas melalui berbagai saluran, termasuk outlet binaan pemerintah daerah, koperasi BUMD, koperasi instansi, serta Jaringan Rumah Pangan Kita yang jumlahnya mencapai sekitar 80 ribu titik di seluruh Indonesia.

Selain jalur distribusi tersebut, beras juga dipasarkan melalui swalayan dan toko modern guna memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau.

Untuk spesifikasi produk, beras SPHP dikemas dalam ukuran 5 kilogram dengan kualitas medium, memiliki tingkat pecahan sekitar 25 persen dan kadar air 14 persen sesuai standar pemerintah. Bulog juga mulai menyiapkan kemasan 2 kilogram untuk menjangkau kebutuhan masyarakat lebih luas.

Harga beras SPHP mengikuti harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Untuk zona 1 seperti Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi dipatok Rp12.500 per kilogram. 

BACA JUGA:Bulog Jamin Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir Tahun 2026

Zona 2 yang mencakup wilayah Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, serta Kalimantan sebesar Rp13.100 per kilogram. Sementara zona 3 seperti Maluku dan Papua ditetapkan Rp13.500 per kilogram.

Berbeda dari tahun sebelumnya, penyaluran beras SPHP pada 2026 dilakukan sepanjang tahun tanpa mengikuti pola musiman. Pada 2025, distribusi sempat dihentikan saat puncak panen guna menjaga harga di tingkat petani.

Target penyaluran tahun ini juga mengalami penyesuaian dari sebelumnya 1,5 juta ton menjadi 828 ribu ton. Pada awal 2026, sebagian distribusi masih difokuskan untuk menyalurkan sisa kuota tahun 2025.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan