Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Hadapi El Nino, Stok Beras Ditargetkan 5 Juta Ton

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan I Gusti Ketut Astawa-Istimewa---

BELITONGEKSPRES.COM - Pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau akibat fenomena El Nino yang diperkirakan mulai terjadi dalam waktu dekat. Stok cadangan pangan pemerintah disebut lebih siap dibandingkan tahun sebelumnya.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan penguatan cadangan pangan menjadi strategi utama untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Langkah ini dilakukan sejak awal ketika indikasi El Nino mulai terdeteksi.

"Kami sesuai arahan Bapak Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), mitigasi pertamanya, artinya kami begitu mendengar ada fenomena El Nino yang akan terjadi, tentu kami sudah menyiapkan kewaspadaan. Penguatan cadangan pangan menjadi ujung tombak," ujar Ketut saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ia menegaskan bahwa langkah mitigasi sangat penting dilakukan sebelum memasuki musim kemarau guna meminimalkan dampak terhadap produksi pangan.

BACA JUGA:Mentan Siapkan 5 Strategi Mitigasi Hadapi El Nino 2026

Berdasarkan laporan Badan Riset dan Inovasi Nasional, fenomena El Nino berpotensi melanda Indonesia mulai awal Mei, khususnya di wilayah selatan garis khatulistiwa. Daerah yang diprediksi terdampak antara lain Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.

Meski demikian, Badan Pangan Nasional memastikan penguatan cadangan pangan tetap berjalan seiring upaya Kementerian Pertanian menjaga produksi dalam negeri secara berkelanjutan.

Melalui Perum Bulog, pemerintah mengintensifkan penyerapan gabah petani untuk diolah menjadi beras. Langkah ini bertujuan memperkuat cadangan beras pemerintah sebagai bagian dari cadangan pangan nasional.

"Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk melakukan penyerapan gabah yang akan diolah menjadi beras, sebagai penguatan CPP," ujar Ketut.

Tidak hanya beras, pemerintah juga menambah stok komoditas lain seperti jagung pakan dan minyak goreng. Upaya ini diharapkan dapat menjadi bantalan ketika produksi terganggu akibat kekeringan.

BACA JUGA:Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Aman Hadapi Ancaman Godzilla El Nino

"Dengan adanya penguatan CPP, tatkala terjadi kekeringan dan lain sebagainya, yang berdampak pada produksi misalkan, nah tentu ini akan bisa menopang ketersediaan pangan yang dimiliki oleh pemerintah. Itu yang kita lakukan dalam rangka mitigasi awal," ucapnya.

Per 2 April, total cadangan pangan pemerintah mencakup beras 4,4 juta ton, jagung pakan 168 ribu ton, minyak goreng 121 ribu kiloliter, gula pasir 49 ribu ton, daging sapi 8 ribu ton, daging kerbau 3 ribu ton, serta daging ayam dan telur ayam masing-masing 39 ton dan 17 ton.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional yang juga menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan percepatan mitigasi terus dilakukan. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan