Prabowo Saksikan 10 MoU RI–Korsel, Kerja Sama Diperluas hingga AI dan Energi
Prabowo Saksikan Pertukaran 10 MoU Indonesia–Korea Selatan, Dorong Kemitraan Strategis yang Lebih Komprehensif--(Foto: Bakom RI)
Prabowo juga menyoroti potensi besar yang dimiliki kedua negara untuk saling melengkapi.
BACA JUGA:24 Tahun di Korea, WNI Kagumi Kepemimpinan Prabowo yang Mengayomi Diaspora
Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alam dan pasar yang besar, dapat bersinergi dengan Korea Selatan yang unggul di bidang industri, sains, dan teknologi.
“Industri serta sains dan teknologi Anda sangat maju. Kami memiliki banyak sumber daya dan pasar besar. Kita bisa saling melengkapi,” jelasnya.
Sinergi ini dinilai menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi kedua negara.
Jawaban di Tengah Ketidakpastian Global
Lebih jauh, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat kerja sama bilateral di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
“Kunjungan ini terjadi di saat dunia penuh dengan ketidakpastian dan bahaya. Hal ini membuat hubungan seperti Indonesia dan Korea menjadi lebih penting,” ujarnya.
BACA JUGA:Cerita Anak-Anak Indonesia Sambut Presiden Prabowo di Seoul: Deg-degan tapi Bangga
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kemitraan strategis Indonesia–Korea Selatan tidak hanya relevan secara ekonomi, tetapi juga memiliki dimensi geopolitik yang semakin penting.
Pertukaran 10 MoU ini menjadi bukti bahwa diplomasi Indonesia di kawasan Asia Timur tidak berhenti pada pertemuan simbolis, tetapi menghasilkan kerja sama nyata.
Dengan cakupan sektor yang luas, kesepakatan ini diharapkan mampu membuka peluang baru, memperkuat investasi, serta mempercepat transformasi ekonomi kedua negara.
Di balik seremoni penandatanganan, tersimpan arah besar: kemitraan Indonesia–Korea Selatan yang semakin komprehensif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Kunjungi Korea Selatan, Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
Berikut 10 nota kesepahaman yang diumumkan kedua negara: