Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Menko Zulhas: Bansos di Desa Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan keterangan pers setelah Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kemenko Pangan RI, Jakarta, Selasa (31/3/2026)-Arnidhya Nur Zhafira-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih akan menjadi pintu utama penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat desa, termasuk bantuan pangan dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang menjangkau sekitar 18 juta penerima.

Ia menyebut kebijakan ini bertujuan memusatkan distribusi bansos agar lebih efektif sekaligus mudah diakses oleh masyarakat di tingkat desa.

“Bantuan-bantuan pangan, bansos, itu semua melalui Kopdes, ya. Semuanya, (mulai dari) itu bantuan pangan melalui Kopdes (untuk disalurkan ke) 18 juta (orang penerima), (jumlahnya) tidak sedikit. Juga PKH (program keluarga harapan), dan lain-lain yang dari bansos akan (disalurkan) semua melalui Kopdes,” ujar Zulkifli di Jakarta, Selasa.

Selain sebagai penyalur bantuan, koperasi ini juga diproyeksikan menjadi pusat penggerak ekonomi desa. 

Koperasi Merah Putih akan berfungsi sebagai agen LPG, distributor beras Bulog melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta penyalur pupuk bagi petani.

BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Kredit Murah 6 Persen Lewat Kopdes Merah Putih, Solusi Lawan Rentenir

BACA JUGA:Mensos Pastikan Bansos Tidak Terdampak Efisiensi Anggaran, Jika Perlu Akan Ditambah

Zulkifli menambahkan koperasi juga akan menyerap hasil produksi masyarakat seperti gabah dan jagung sesuai harga acuan penjualan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

“Sebagaimana arahan Pak Presiden (Prabowo Subianto), pertama, koperasi untuk mempermudah masyarakat, akan jadi agen LPG, akan menjadi agennya Bulog (untuk) beras SPHP dan lain-lain, akan menjadi agen pupuk,“ kata Zulhas.

“Nanti kerja sama dengan Bulog, selain mensuplai SPHP, Kopdes juga akan menjadi offtaker untuk gabah,“ ujarnya menambahkan.

Pemerintah turut menyediakan akses pembiayaan melalui koperasi dengan bunga rendah sekitar 6 persen per tahun. Skema ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir dan pinjaman daring.

Koperasi juga akan dilengkapi fasilitas penyimpanan dingin untuk mendukung sektor perikanan, sehingga hasil tangkapan dapat disimpan lebih lama dan memiliki nilai tambah.

Selain itu, koperasi desa akan berperan sebagai pemasok utama kebutuhan pangan bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dalam program Makan Bergizi Gratis. Hasil produksi masyarakat akan ditampung koperasi sebelum disalurkan untuk mendukung program tersebut.

“Karena sesuai dengan tata cara SPPG itu, suplai utamanya SPPG itu adalah nanti Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi Desa akan menampung hasil rakyat, Kopdes nanti akan menyuplai SPPG. Di tata kelolanya SPPG begitu sudah kita buat aturannya,” kata Zulkifli. (antara)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan