Prabowo dan PM Malaysia Bahas Konflik Asia Barat, Jaga Stabilitas Selat Hormuz!
Presiden Prabowo Subianto dan PM Malaysia Anwar Ibrahim bertemu di Istana Negara Jakarta, Jumat (28/3/2026)--(Foto: Bakom RI)
JAKARTA, BELITONGEKSPRES.COM - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan PM Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Negara guna membahas stabilitas ekonomi dunia akibat konflik di Asia Barat.
Pertemuan strategis pada Jumat 27 Maret 2026 ini fokus pada penguatan solidaritas kawasan dan pengamanan jalur perdagangan vital termasuk Selat Hormuz.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi ruang dialog konstruktif bagi kedua pemimpin dalam merespons dinamika geopolitik global yang semakin meruncing.
Prabowo dan Anwar Ibrahim sepakat bahwa koordinasi erat antara Indonesia dan Malaysia sangat diperlukan untuk menjaga ketahanan ekonomi rakyat dari tekanan krisis energi dunia.
BACA JUGA:Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi Hingga Percepatan Ekonomi Indonesia
Ia menegaskan bahwa diskusi penuh makna ini bertujuan mencari titik persamaan dalam menghadapi dampak konflik Asia Barat terhadap keamanan global secara menyeluruh.
"Pertemuan penuh makna bersama Presiden Prabowo hari ini membuka ruang konstruktif dalam mencari titik persamaan mendepani konflik Asia Barat," ujar Anwar melalui akun Instagram resminya.
Anwar menyebutkan bahwa konflik tersebut saat ini sangat menekan keselamatan tenaga serta stabilitas ekonomi dunia secara signifikan.
Perkuat Solidaritas Kawasan ASEAN
Malaysia dan Indonesia secara tegas menyatakan keperluan memperkukuh kesepaduan serantau yang berprinsip demi memelihara keamanan wilayah.
BACA JUGA:Prabowo Gelar Rapat Terbatas, Bahas Kebijakan Ekonomi dan Energi bersama 15 Menteri
Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas serta memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di tengah ketidaktentuan global yang kian tajam.
Kedua negara juga sepakat meningkatkan upaya diplomasi internasional untuk mendorong penyelesaian damai melalui jalur dialog yang berkelanjutan.
Diplomasi tersebut sangat krusial dilakukan untuk melindungi warga sipil yang terjebak dalam zona konflik bersenjata di berbagai belahan dunia.