Danantara Siapkan Rp16 Triliun untuk Hunian MBR di Lahan Hibah Lippo Group
Konferensi pers kunjungan lokasi lahan untuk pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai bagian dari Program 3 Juta Rumah di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026)-Imamatul Silfia-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menyiapkan anggaran hingga Rp16 triliun untuk mendukung pembangunan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Proyek tersebut memanfaatkan lahan hibah dari Lippo Group yang direncanakan untuk pembangunan sekitar 140 ribu unit hunian.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pembiayaan tersebut akan digunakan untuk pembangunan sejumlah menara rumah susun di atas sebagian lahan yang telah disiapkan.
“Nilai pembangunannya kan rencana dari 12,8 hektare ini, itu kami akan bangun totalnya menjadi 18 tower. Itu perhitungannya kalau jadi dengan 32 lantai, kurang lebih rentangnya antara Rp14 triliun sampai Rp16 triliun,” kata Rosan saat kunjungan lahan di Cikarang, Jawa Barat, Minggu.
Lahan yang akan digunakan berasal dari hibah tiga bidang tanah seluas sekitar 30 hektare yang diberikan oleh Pendiri Yayasan Pelita Harapan James Riady.
BACA JUGA:Gandeng Danantara, Menteri PKP Siapkan Rusun Subsidi untuk MBR di Perkotaan
BACA JUGA:Menteri PKP: Pembangunan Rusun Subsidi Jadi Program Prioritas 2026
Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai proyek hunian vertikal berskala besar untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Rosan menegaskan Danantara mendukung penuh pembangunan proyek tersebut karena sejalan dengan target pemerintah dalam Program 3 Juta Rumah.
Proyek ini juga diharapkan dapat membantu menyeimbangkan kebutuhan dan ketersediaan hunian bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Danantara akan menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang konstruksi serta bekerja sama dengan kontraktor swasta.
“Kami akan berkolaborasi. Jadi, itu peran Danantara dalam proyek ini,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menilai pembangunan hunian vertikal merupakan salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan sekaligus mengurangi backlog perumahan.
Ia menambahkan bahwa penyediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Setelah melakukan peninjauan lokasi, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Danantara Indonesia akan melanjutkan tahap pematangan rencana pembangunan.