Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

BBM Bersubsidi Berpotensi Naik Jika Lonjakan Harga Minyak Dunia Membebani APBN

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa-Ricardo-JPNN

JAKARTA, BELITONGEKSPRES.COM - Pemerintah membuka kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi apabila harga minyak dunia terus meningkat dan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hingga saat ini pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite. Namun opsi penyesuaian harga tetap bisa terjadi jika tekanan terhadap anggaran negara semakin besar.

“Kalau memang anggarannya enggak kuat sekali, enggak ada jalan lain, kami berbagi dengan masyarakat sebagian. Artinya, ada kenaikan BBM,” ungkap Purbaya, Sabtu 7 Maret.

Ia menjelaskan keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi baru akan dipertimbangkan apabila APBN tidak lagi mampu menanggung dampak lonjakan harga minyak dunia.

BACA JUGA:Pertamina Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Cadangan Operasional Capai 21 Hari

BACA JUGA:Pertamina Siagakan 345 Kapal, Pasokan BBM dan LPG Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

Kementerian Keuangan telah melakukan simulasi terkait potensi tekanan terhadap anggaran negara. 

Berdasarkan perhitungan tersebut, defisit APBN diperkirakan bisa mencapai 3,7 persen terhadap produk domestik bruto atau PDB jika harga minyak dunia bertahan di kisaran 92 dolar AS per barel sepanjang tahun tanpa adanya langkah intervensi dari pemerintah.

Meski demikian, pemerintah menegaskan akan berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menahan dampak kenaikan harga minyak global terhadap APBN.

Langkah tersebut diambil agar stabilitas fiskal tetap terjaga sekaligus mencegah tekanan anggaran negara semakin melebar akibat fluktuasi harga energi di pasar internasional. (jpnn)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan