Bapanas Antisipasi Fluktuasi Harga Pangan Jelang Lebaran 2026
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy meninjau harga pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2026-Bapanas-ANTARA
JAKARTA, BELITONGEKSPRES.COM - Badan Pangan Nasional atau Bapanas memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah untuk menahan fluktuasi harga pangan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Stabilitas harga diprioritaskan terutama pada periode satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah Lebaran.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat stabilisasi pasokan dan distribusi pangan agar ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok tetap terjaga bagi masyarakat.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menjelaskan bahwa fluktuasi harga pangan pada periode Ramadan hingga Lebaran merupakan pola yang kerap terjadi setiap tahun.
"Kita lihat beberapa tahun terakhir, kalau kondisi di bulan Ramadan itu minus satu minggu dan plus satu minggu biasanya ada fluktuasi. Jadi seminggu sebelum dan seminggu setelah Lebaran pemerintah akan mengantisipasinya," kata Sarwo Edhy saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
BACA JUGA:Bapanas Mulai Salurkan Beras SPHP 2026, Target 828 Ribu Ton hingga Akhir Tahun
Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah intervensi pangan sejak awal untuk mengantisipasi tren tersebut. Salah satu fokus utama adalah memastikan produksi pangan dalam negeri tetap menjadi sumber utama pasokan nasional.
"Hal pertama yang dipastikan pemerintah adalah pemenuhan dari produksi dalam negeri. Kita lihat produksi dalam negeri masih sangat cukup. Sebagian besar ketersediaan pangan pokok strategis kita dapat dipenuhi dari hasil kerja keras petani-petani Indonesia sendiri," ungkapnya.
Bapanas memproyeksikan ketersediaan sejumlah komoditas pangan pokok hingga akhir April 2026 berada dalam kondisi surplus. Stok beras diperkirakan mencapai surplus sekitar 17,2 juta ton.
Selain beras, komoditas jagung juga diproyeksikan surplus 4,8 juta ton. Minyak goreng nasional diperkirakan surplus 3,5 juta ton.
Untuk produk protein hewani, daging ayam diprediksi surplus 727 ribu ton hingga April. Sementara gula konsumsi diperkirakan surplus 595 ribu ton dan telur ayam surplus 349 ribu ton.
Komoditas hortikultura juga diperkirakan aman. Cabai rawit diproyeksikan surplus 105 ribu ton, cabai besar 74 ribu ton, dan bawang merah sekitar 57 ribu ton. Kesembilan komoditas tersebut seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri.
BACA JUGA:Mendag Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Harga Pangan Saat Ramadan
Selain menjaga pasokan, pemerintah juga menyiapkan program stimulus ekonomi menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Salah satu program yang disiapkan adalah bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng yang disalurkan melalui penugasan kepada Perum Bulog.
Sarwo mengatakan pemerintah telah siap menjalankan program bantuan tersebut. Bapanas juga meminta dukungan Kementerian Dalam Negeri agar pemerintah daerah hingga tingkat desa ikut mengawal distribusi bantuan agar tepat sasaran.