Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Meski Konflik Timur Tengah Memanas
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya ke negara Jepang, Singapura dan Timor Leste di Jakarta, Selasa (3/3/2026)-Harianto-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok dan pasokan pangan nasional aman menjelang Lebaran 2026, meski konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap rantai pasok global. Pemerintah menegaskan cadangan pangan strategis tetap terkendali dan tidak terdampak gejolak eksternal.
Pernyataan itu disampaikan Amran saat acara pelepasan ekspor unggas dan produk turunannya ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste di Jakarta, Selasa. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto juga menanyakan langsung kondisi pangan nasional.
"Itu sempat ditanya Bapak Presiden kemarin malam. Pangan kita lebih dari cukup. Ingat, pangan yang menjadi sangat inti, pangan kita yang menjadi utama adalah untuk Indonesia karbohidrat dan beras," kata Amran.
Menurut dia, beras tetap menjadi komoditas kunci dalam struktur konsumsi masyarakat Indonesia. Konsumsi beras mencapai sekitar 65 hingga 70 persen dari pola pangan nasional, sehingga swasembada beras menjadi indikator utama ketahanan pangan.
Selain beras, komoditas lain seperti telur, ayam, dan jagung juga berada dalam kondisi aman. Ia menambahkan, masyarakat masih memiliki opsi substitusi apabila terjadi gangguan pada salah satu komoditas.
BACA JUGA:Prabowo Minta Zulhas Pastikan Harga Sembako Tidak Naik hingga Lebaran
BACA JUGA:Kementan Pastikan Stok CPO Aman, Minyak Goreng Cukup Jelang Lebaran 2026
"Pangan itu adalah beras yang menjadi inti dari pangan kita. Kalau yang lain masih bisa kita cari substitusi. Kalau tidak ada daging bisa telur, kalau tidak ada telur bisa ikan," ujarnya.
Amran menjelaskan, meski sumber karbohidrat dapat digantikan dengan ubi atau singkong, beras tetap menjadi kebutuhan utama mayoritas masyarakat Indonesia.
Untuk cadangan beras pemerintah, stok saat ini telah mencapai sekitar 3,67 juta ton dan diperkirakan segera menyentuh 3,7 juta ton.
Angka tersebut disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah dan ditargetkan meningkat hingga 5 juta ton pada April mendatang tanpa impor.
Lonjakan cadangan beras tersebut membuat kapasitas gudang Perum Bulog yang sebelumnya sekitar 3 juta ton menjadi penuh. Pemerintah pun menambah kapasitas dengan menyewa gudang tambahan hingga 2 juta ton guna menampung surplus produksi.
Dengan kondisi stok yang kuat, Kementerian Pertanian menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan pokok. Pemerintah terus memantau distribusi dan stabilitas harga untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga Lebaran. (ant)