Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Kementan Pastikan Stok CPO Aman, Minyak Goreng Cukup Jelang Lebaran 2026

Pedagang menunjukkan minyak goreng Minyakita di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Senin (15/7/2024). -Sulthony Hasanuddin/Spt.-ANTARA FOTO

BELITONGEKSPRES.COM - Produksi crude palm oil atau CPO nasional dipastikan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026. Kementerian Pertanian menegaskan stok di tingkat hulu mencukupi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang secara historis meningkat saat Hari Besar Keagamaan Nasional.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Abdul Roni Angkat menyatakan produksi dan cadangan CPO nasional saat ini berada pada level yang memadai. 

Ketersediaan bahan baku tersebut menjadi penopang utama stabilitas pasokan minyak goreng di pasar.

"Produksi dan stok CPO nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1447 Hijriah," kata Roni di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, mayoritas produksi minyak goreng nasional bergantung pada CPO. Karena itu, kecukupan pasokan di sektor hulu sangat menentukan ketersediaan barang di tingkat konsumen, terutama ketika permintaan meningkat 10 hingga 15 persen selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.

BACA JUGA:Harga Referensi CPO Maret 2026 Naik 2,22 Persen, Dipicu Permintaan India dan Tiongkok

Memasuki kuartal I 2026, pemerintah telah menyiapkan stok dan produksi untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan tersebut. Koordinasi lintas kementerian juga diperkuat guna memastikan distribusi berjalan lancar.

“Koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan, terus diperkuat guna mencegah potensi hambatan distribusi dari pabrik hingga ke tahap ” ujar Roni.

Melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan menegaskan bahwa kekuatan sektor hulu kelapa sawit menjadi fondasi menjaga stabilitas minyak goreng nasional. Selain untuk kebutuhan pangan, alokasi CPO juga diarahkan mendukung program mandatori biodiesel B40 dan B50.

Hasil pemantauan lapangan dan sinkronisasi data spasial perkebunan menunjukkan produksi CPO 2026 berada dalam tren positif. Pemerintah mengatur keseimbangan distribusi antara kebutuhan domestik dan energi agar tidak saling mengganggu.

Roni menambahkan, pengaturan pasokan dilakukan secara terukur agar peningkatan kebutuhan biodiesel tidak mengurangi ketersediaan bahan baku minyak goreng, baik dalam bentuk curah maupun kemasan Minyakita.

BACA JUGA:Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Minyakita, Perkuat Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat

Sistem pemantauan digital turut dioptimalkan untuk mengawasi distribusi Tandan Buah Segar dari kebun ke Pabrik Kelapa Sawit, terutama di sentra produksi seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara.

Meski tidak merinci angka produksi nasional terkini, Roni memastikan bahan baku utama minyak goreng dalam kondisi cukup dan terkendali.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan