Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

BPS: Inflasi Selalu Terjadi Saat Ramadhan dalam 5 Tahun Terakhir, Februari 2026 Tercatat 0,68 Persen

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menyampaikan Rilis Resmi Berita Statistik di Jakarta, Senin (2/3/2026)-BPS-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan selalu muncul setiap momen Ramadhan dalam lima tahun terakhir. Pada Februari 2026 yang bertepatan dengan Ramadhan, inflasi tercatat sebesar 0,68 persen secara month to month.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ateng Hartono menjelaskan, kenaikan harga saat Ramadhan umumnya dipicu komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta komponen harga bergejolak.

“Secara umum, komoditas dari komponen bergejolak serta komoditas dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi komponen penyebab utama andil inflasi di setiap momen Ramadhan,” ujar Ateng di Jakarta, Senin.

Ia memaparkan, pada Ramadhan April 2022 inflasi mencapai 0,95 persen mtm. Kenaikan saat itu didorong minyak goreng dengan andil 0,19 persen, bensin 0,16 persen, daging ayam ras 0,09 persen, tarif angkutan udara 0,08 persen, serta ikan segar 0,04 persen.

Memasuki Ramadhan Maret 2023, inflasi melambat menjadi 0,18 persen mtm. Penyumbang utamanya antara lain tarif angkutan udara dan bensin masing masing 0,03 persen, kemudian beras, cabai rawit, rokok kretek filter, dan bawang putih yang masing masing menyumbang 0,02 persen.

BACA JUGA:BPS Catat Inflasi Tahunan Februari 2026 Sebesar 4,76 Persen, IHK Naik ke 110,50

BACA JUGA:BPS: Tarif Listrik Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar Februari 2026

Pada Ramadhan Maret 2024, inflasi kembali meningkat menjadi 0,52 persen mtm. Komoditas utama yang berkontribusi adalah telur ayam ras, daging ayam ras, dan beras masing masing 0,09 persen, emas perhiasan 0,04 persen, serta cabai rawit dan bawang putih masing masing 0,02 persen.

Lonjakan tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada Ramadhan Maret 2025 dengan inflasi mencapai 1,65 persen mtm. Tarif listrik menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,18 persen, diikuti bawang merah 0,11 persen, cabai rawit dan ikan segar masing masing 0,06 persen, emas perhiasan 0,05 persen, serta daging ayam ras 0,03 persen.

Sementara itu, pada Ramadhan Februari 2026 inflasi tercatat 0,68 persen mtm. Komoditas pendorongnya antara lain emas perhiasan 0,19 persen, daging ayam ras 0,09 persen, cabai rawit 0,08 persen, ikan segar 0,05 persen, cabai merah 0,04 persen, dan tomat 0,02 persen.

Menurut Ateng, tingkat inflasi Ramadhan tahun ini lebih rendah dibandingkan Ramadhan 2022 dan 2025. Ia menilai pola kenaikan harga saat bulan puasa tetap konsisten terjadi, terutama dipengaruhi peningkatan permintaan pangan dan komoditas bergejolak. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan