Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Wilayah Udara Timur Tengah Ditutup, Maskapai Global Hentikan Penerbangan

Pesawat Boeing 777-300 milik maskapai Emirates--(https://www.lhsystems.com/Dokumentasi)

BELITONGEKSPRES.COM - Sejumlah maskapai internasional menghentikan sementara penerbangan menuju berbagai kota di Timur Tengah setelah penutupan wilayah udara akibat operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Kebijakan ini berdampak pada rute strategis seperti Tel Aviv, Dubai, Doha, serta sejumlah destinasi di kawasan Teluk.

Data Flightradar24 menunjukkan wilayah udara di atas Iran, Irak, Kuwait, Bahrain, dan Qatar ditutup. Kondisi tersebut memaksa maskapai global mengubah jadwal maupun mengalihkan jalur penerbangan demi alasan keselamatan.

Qatar Airways mengumumkan penghentian sementara seluruh operasional penerbangannya. Emirates yang berbasis di Dubai juga menyatakan penangguhan layanan penerbangan ke dan dari Dubai untuk sementara waktu.

“Kami meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan ini dan tengah membantu melalui opsi pemesanan ulang, pengembalian dana, atau pengaturan perjalanan alternatif. Keselamatan dan keamanan penumpang serta awak tetap menjadi prioritas utama kami,” demikian pernyataan maskapai yang dikutip CNBC, Sabtu 28 Februari 2026.

Air India turut menangguhkan seluruh penerbangan menuju Timur Tengah pada Sabtu. 

BACA JUGA:Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Pastikan Penyelenggaraan Haji Tetap Berjalan

BACA JUGA:Pemerintah Kurangi Impor LPG dari Timur Tengah, Dialihkan ke AS demi Hindari Tarif Trump

Lufthansa Group menghentikan penerbangan ke Israel, Lebanon, Yordania, Irak, dan Teheran hingga 7 Maret 2026 serta mengalihkan sejumlah rute untuk menghindari zona yang terdampak penutupan ruang udara.

United Airlines yang melayani rute Tel Aviv dan Dubai juga memberlakukan kebijakan keringanan perjalanan bagi pelanggan yang terdampak pembatasan wilayah udara.

Industri penerbangan global sebelumnya telah beberapa kali melakukan pembatalan maupun pengalihan rute di Timur Tengah karena pertimbangan keamanan. 

Penutupan wilayah udara kali ini diperkirakan meningkatkan biaya operasional maskapai karena pesawat harus menempuh jalur lebih panjang dengan konsumsi bahan bakar yang lebih besar.

Hingga kini, maskapai masih memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan dan menunggu kepastian pembukaan kembali wilayah udara sebelum mengembalikan layanan penerbangan secara normal. (beritasatu)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan