Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

LPS Peringatkan Nasabah Pemula, Jangan Sembarangan Bagikan Data Pribadi Saat Investasi

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (27/02/2026)-Luqman Hakim-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengimbau masyarakat, khususnya nasabah pemula, agar tidak mudah membagikan data pribadi saat berinvestasi karena risiko kejahatan digital di sektor keuangan kian meningkat.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu menyatakan tingginya minat investasi di kalangan masyarakat perlu diimbangi dengan pemahaman memadai mengenai mekanisme dan risiko setiap instrumen keuangan. 

Pernyataan itu disampaikan Anggito di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, tren investasi di kalangan nasabah pemula saat ini terus menguat, mulai dari saham hingga aset kripto. Kondisi tersebut, kata Anggito, harus disertai edukasi agar masyarakat memahami cara kerja investasi serta potensi risiko yang mungkin timbul.

"Nasabah-nasabah pemula sekarang gairah berinvestasinya tinggi, saham, mau ke kripto dan sebagainya. Nah, itu kita beri edukasi supaya mereka tahu mekanismenya dan risiko yang harus dihadapi," ujar Anggito.

BACA JUGA:LPS Nilai Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional

BACA JUGA:Prabowo Undang Pengusaha AS Investasi di Indonesia, Tawarkan 18 Proyek Hilirisasi

Ia menegaskan, meningkatnya aktivitas investasi turut membuka celah kejahatan digital yang menyasar masyarakat, terutama investor pemula yang belum memiliki pengalaman memadai.

Karena itu, Anggito mengingatkan nasabah untuk menjaga kerahasiaan data pribadi saat menggunakan layanan keuangan. Ia meminta masyarakat tidak mudah tergiur iming iming keuntungan yang tidak masuk akal dan tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan.

"Jangan terbuai dengan iming-iming. Jangan sampai 'ngasih' OTP-nya, 'password'-nya itu ditutup. Terus kemudian hati-hati dengan 'scamming', 'malware', sampai 'hackers'," kata Anggito.

Lebih lanjut, ia menyampaikan penguatan literasi keuangan menjadi salah satu fokus LPS. Upaya tersebut juga dilakukan melalui kolaborasi riset bersama perguruan tinggi guna memetakan perilaku nasabah serta mengidentifikasi berbagai potensi risiko di sektor keuangan.

LPS berharap edukasi yang berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi secara aman dan bertanggung jawab di tengah perkembangan digitalisasi layanan keuangan. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan