Danantara Kaji Skema Pembelian 50 Pesawat Boeing untuk Garuda, Delivery Time Bisa 7 Tahun
Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia Rohan Hafas (tengah) menjawab pertanyaan wartawan dalam Exclusive Group Interview di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (26/02/2026)-Afra Augesti-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia tengah membahas berbagai opsi skema untuk merealisasikan rencana pembelian 50 unit pesawat dari Boeing bagi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Prosesnya masih berada pada tahap teknis di tingkat pemerintahan.
Managing Director Stakeholders Management Danantara, Rohan Hafas, menyatakan kesiapan membeli 50 pesawat sudah ada, namun detail realisasi masih menunggu respons produsen terkait jumlah unit yang bisa dipenuhi dalam waktu tertentu.
"Ini masih pembahasan teknis, artinya kita siap membeli 50 unit, tapi Boeing belum menjawab atau akan menjawab, dia mampunya 10 unit, 20 unit, itu belum," ujar Rohan dalam wawancara di Jakarta, Kamis.
Salah satu tantangan utama dalam pengadaan armada adalah waktu pengiriman. Rohan menyebut antrean produksi pesawat global dapat mencapai tujuh tahun.
BACA JUGA:Garuda Indonesia Baru Terima 1 Pesawat dari 50 Boeing yang Dipesan, Sisanya Selesai 2031-2032
"Mau milih jenis pesawat yang mana, kalau delivery time-nya juga enggak segera, kita harus diputar otak dulu kan. Karena masih bahas juga, maksudnya kita kan calon pembeli, kita belum bayar. Kita bilang butuh lebih cepat dari tujuh tahun, tapi antrean rata-rata seluruh dunia ya sama," katanya.
Dari sisi pendanaan, Danantara membuka berbagai kemungkinan skema, termasuk pembiayaan langsung dari Boeing melalui skema cicilan atau supplier credit.
"Sources of fund itu kan bisa macam-macam ya, tapi kan suppliers credit juga ada kan, kita juga bisa nyicil ke Boeing. Itu semua negosiasi yang nanti harus dilakukan," ujar Rohan.
Ia juga tidak menutup peluang adanya tambahan suntikan modal kepada Garuda Indonesia untuk mendukung ekspansi armada. Sebelumnya pada pertengahan 2025, melalui PT Danantara Asset Management, Danantara telah menyalurkan modal sebesar Rp23,67 triliun kepada maskapai pelat merah tersebut.
BACA JUGA:Dapat Suntikan Dana, Garuda Indonesia Bakal Borong Hingga 75 Pesawat Boeing dari AS
Menurut Rohan, strategi penguatan armada perlu dikombinasikan dengan efisiensi operasional, termasuk opsi penggabungan rute agar utilisasi pesawat lebih optimal.
Rencana pembelian 50 pesawat Boeing ini juga berkaitan dengan kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani pekan lalu bertajuk Toward a New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance.
Salah satu poinnya mengatur komitmen pengadaan pesawat komersial serta barang dan jasa penerbangan senilai 13,5 miliar dolar AS.
Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani sebelumnya menyatakan bahwa rencana pembelian 50 pesawat Boeing menjadi bagian dari implementasi kesepakatan tarif timbal balik tersebut.