Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Dinamika Cuaca
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman-Harianto-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa produksi dan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman meskipun Indonesia tengah menghadapi dinamika cuaca di sejumlah wilayah.
Menurut Mentan, curah hujan yang terjadi tidak mengganggu ketahanan pangan nasional karena pemerintah telah melakukan langkah antisipatif melalui penguatan pengendalian produksi serta pemantauan stok secara ketat.
“Kondisi hujan yang terjadi tidak berdampak terhadap ketahanan pangan karena pemerintah telah mengantisipasi melalui penguatan pengendalian produksi dan pemantauan stok secara ketat,” kata Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Ia mengungkapkan bahwa stok beras nasional hingga akhir Januari 2026 mencapai 3,3 juta ton, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Capaian tersebut menunjukkan stabilitas produksi pangan tetap terjaga di tengah curah hujan yang relatif tinggi.
“Insya Allah tidak berpengaruh sama sekali. Stok kita sekarang 3,3 juta ton. Itu tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujarnya.
BACA JUGA:Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri
BACA JUGA:Mentan Amran Pastikan Harga Pangan Strategis Stabil Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Amran juga menyampaikan bahwa serapan beras oleh pemerintah mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan sistem ketahanan pangan nasional yang tetap kuat.
“Januari komparasi tahun lalu itu hanya 14 ribu ton, sekarang 112 ribu ton. Jadi naik 700 persen di bulan Januari,” katanya.
Ia menilai curah hujan justru memberikan dampak positif bagi sektor pertanian selama pengelolaan air berjalan optimal. Menurutnya, tantangan terbesar bagi produksi pangan justru terjadi saat kekeringan ekstrem seperti El Nino.
“Cuaca ini berkah karena mendukung tanam. Tantangan terbesar justru ketika terjadi kekeringan seperti El Nino,” tegasnya.
Memasuki awal 2026, Kementerian Pertanian terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi produksi dan stok pangan, terutama di wilayah sentra produksi padi. Hasil pemantauan menunjukkan produksi di Pulau Jawa sebagai lumbung pangan nasional masih berjalan relatif aman.
Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat dilaporkan tetap berada dalam kondisi produksi yang stabil. Hal ini memastikan pasokan beras nasional tetap terjaga meskipun terdapat laporan banjir di beberapa titik.
BACA JUGA:Serapan Beras Dalam Negeri Naik 700 Persen, Pemerintah Buka Peluang Ekspor