Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

BPS: Program MBG Berkontribusi Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2025

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026)-Bayu Saputra-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025. Program tersebut menciptakan aktivitas ekonomi yang tercatat dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

BPS melaporkan, secara kumulatif ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh 5,11 persen. Dalam pencatatan tersebut, seluruh aktivitas ekonomi domestik dihitung, termasuk aktivitas yang muncul sebagai dampak pelaksanaan Program MBG.

“Dalam mencatat pertumbuhan ekonomi tentunya seluruh aktivitas yang ada dalam perekonomian Indonesia dicatat oleh BPS, termasuk aktivitas ekonomi yang tercipta akibat program makan bergizi gratis (MBG),” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Amalia menjelaskan, kontribusi Program MBG tercermin baik dari sisi pengeluaran maupun dari sisi lapangan usaha. Program ini mendorong pergerakan ekonomi melalui peningkatan konsumsi sekaligus aktivitas sektor usaha yang terlibat dalam rantai penyediaan makanan bergizi.

BACA JUGA:BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,11 Persen Sepanjang 2025

BACA JUGA:BGN: Program MBG Mulai Dilirik Dunia, Dinilai Efektif Gerakkan Ekonomi

“Dari sisi lapangan usaha, Program MBG memberikan nilai tambah di beberapa sektor antara lain untuk penyediaan makan dan minuman, dan ini terangkum dalam data pertumbuhan ekonomi kami,” tambah Amalia.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 2,62 persen dan pertumbuhan 4,98 persen. Selanjutnya, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memberikan kontribusi 1,58 persen dengan pertumbuhan 5,09 persen.

Komponen net ekspor juga menyumbang pertumbuhan sebesar 0,74 persen, dengan laju pertumbuhan mencapai 7,03 persen. Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan nilai ekspor barang nonmigas serta ekspor jasa.

Sementara dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 1,07 persen dan pertumbuhan 5,30 persen. Sektor perdagangan tumbuh 5,49 persen dengan kontribusi 0,72 persen, sedangkan sektor pertanian mencatat pertumbuhan 5,33 persen dan berkontribusi 0,60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

BPS juga mencatat nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga konstan sepanjang 2025 mencapai Rp13.580,5 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp23.821,1 triliun.

Pada triwulan IV 2025, nilai PDB atas dasar harga konstan mencapai Rp3.474 triliun, sementara PDB atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.147,2 triliun. Pada periode tersebut, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen secara tahunan dan 0,86 persen secara kuartalan. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan