Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Indonesia Masuk Lima Besar Eksportir Besi dan Baja Dunia Berkat Hilirisasi

Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah), Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza (kanan), Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri (kiri) dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2/2026)-Harianto-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan Indonesia kini menempati peringkat lima dunia sebagai negara eksportir besi dan baja, seiring kebijakan hilirisasi yang mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing industri nasional di pasar global.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu, Budi menjelaskan bahwa pada 2019 Indonesia masih berada di posisi ke-17 eksportir besi dan baja dunia. Melalui penguatan hilirisasi dan peningkatan kapasitas industri, posisi Indonesia melonjak signifikan hingga masuk lima besar.

Pada peringkat terbaru, empat negara dengan posisi di atas Indonesia adalah China di peringkat pertama, disusul Jerman, Jepang, dan Korea Selatan.

“Indonesia kini melompat jauh ke peringkat lima sebagai negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia,” ujar Budi.

BACA JUGA:Serapan Beras Dalam Negeri Naik 700 Persen, Pemerintah Buka Peluang Ekspor

Ia memaparkan pada 2024 neraca perdagangan besi dan baja Indonesia mencatat surplus sebesar 15,08 miliar dolar AS. Surplus tersebut berasal dari nilai ekspor sebesar 25,80 miliar dolar AS dan impor sebesar 10,73 miliar dolar AS.

Sementara pada 2025, surplus meningkat menjadi 18,44 miliar dolar AS, didorong ekspor senilai 27,97 miliar dolar AS dengan impor sebesar 9,53 miliar dolar AS.

“Pencapaian neraca perdagangan yang surplus secara konsisten ini sejalan dengan peningkatan posisi Indonesia dalam perdagangan global,” jelasnya.

Kementerian Perdagangan juga mencatat perkembangan ekspor dan impor besi dan baja dalam enam tahun terakhir. Pada 2020, ekspor tercatat 10,86 miliar dolar AS dengan impor 4,01 miliar dolar AS. Tahun 2021, ekspor meningkat menjadi 20,93 miliar dolar AS dengan impor 8,97 miliar dolar AS.

Pada 2022, ekspor mencapai 27,80 miliar dolar AS dan impor 13,87 miliar dolar AS. Tahun 2023, ekspor sedikit turun menjadi 26,70 miliar dolar AS dengan impor 15,30 miliar dolar AS. Selanjutnya pada 2024, ekspor kembali turun tipis menjadi 25,80 miliar dolar AS dan impor 15,08 miliar dolar AS. Pada 2025, ekspor kembali meningkat menjadi 27,97 miliar dolar AS dengan impor 18,44 miliar dolar AS.

BACA JUGA:Danantara: Demutualisasi Bursa Perkuat Pasar Modal, Kurangi Konsentrasi Kepemilikan

Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan volume ekspor baja Indonesia meningkat tajam dari 9,3 juta ton pada 2020 menjadi 23,97 juta ton pada 2025.

Menurut Faisol, peningkatan tersebut mencerminkan penguatan kapasitas produksi serta daya saing industri baja nasional di pasar internasional. Sementara itu, impor baja yang sempat naik hingga 17,9 juta ton pada 2022, menurun menjadi 14,8 juta ton pada 2025.

“Perkembangan ini menyebabkan pergeseran neraca perdagangan dari kondisi defisit menuju surplus yang mencapai 18,09 juta ton,” kata Faisol.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan