Stok Beras Nasional Surplus 14,48 Juta Ton, Kementan Pastikan Aman untuk Ramadan
Ilustrasi beras Bulog-Ist-
BELITONGEKSPRES.COM - Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 M. Bahkan, stok beras nasional diproyeksikan surplus hingga 14,48 juta ton pada periode Januari hingga Maret 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, kepastian tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemantauan proyeksi neraca pangan serta evaluasi lapangan yang dilakukan bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.
Ia menjelaskan bahwa produksi, pasokan, serta stok pangan strategis nasional saat ini dinilai cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan 1447 Hijriah.
Amran menegaskan, sejumlah komoditas utama seperti beras, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam berada dalam kondisi terkendali. Sebagian besar kebutuhan tersebut bahkan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
BACA JUGA:Dirut Bulog: Stok Beras 3,35 Juta Ton Aman hingga Lebaran 2026
BACA JUGA:Stok Beras Nasional Capai 3,39 Juta Ton, Mentan Targetkan Swasembada Gula 2026
Selain itu, komoditas lain seperti jagung, cabai merah, dan minyak goreng juga diperkirakan tersedia cukup tanpa ketergantungan signifikan pada impor.
Sementara itu, untuk komoditas tertentu seperti kedelai, bawang putih, daging sapi, dan gula konsumsi, pemenuhan pasokan masih dilakukan melalui kombinasi antara produksi domestik dan impor.
Menurut Amran, langkah tersebut dilakukan guna menjaga keseimbangan pasokan sekaligus memastikan stabilitas harga di pasar.
Khusus untuk beras, Amran memastikan kondisi stok nasional berada pada level yang sangat terkendali. Pada periode Ramadan, stok awal beras diperkirakan sekitar 11,6 juta ton, ditambah produksi sebesar 7,98 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 5,12 juta ton.
Dengan perhitungan tersebut, neraca beras nasional menunjukkan surplus sekitar 14,48 juta ton.
Selain itu, stok beras per Januari 2026 tercatat mencapai 3,34 juta ton. Jumlah ini dinilai sangat memadai untuk menjaga stabilitas pasokan hingga perayaan Idulfitri.
Amran menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan pangan agar pasokan tetap terjaga serta tidak terjadi gejolak harga di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan. (beritasatu)