Pabrik Baterai EV PT CATIB di Karawang Ditargetkan Beroperasi pada Kuartal III 2026
Tangkapan layar - Director of Corporate Public Affair PT CATIB Bayu Hermawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (2/2/2026)-Putu Indah Savitri-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - PT CATIB menargetkan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, mulai beroperasi pada kuartal III 2026. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu penggerak utama pengembangan industri baterai nasional.
Director of Corporate Public Affair PT CATIB, Bayu Hermawan, menyampaikan bahwa target awal operasional pabrik sebenarnya pada September 2026. Namun, perusahaan berupaya mempercepat jadwal sehingga dapat mulai berproduksi sejak Juli 2026.
“Insyaallah, kami targetkan untuk dapat beroperasi di kuartal III 2026,” ujar Bayu dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin.
Bayu menjelaskan, pabrik baterai EV tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 6,9 gigawatt hour (GWh) dengan nilai investasi sekitar Rp7 triliun. Produk utama yang dihasilkan meliputi baterai kendaraan listrik serta baterai untuk sistem penyimpanan energi atau energy storage system.
“Produk yang nanti dihasilkan adalah baterai untuk kendaraan listrik dan baterai untuk energy storage system, yang tentunya mendukung ekosistem hijau dan transportasi hijau di Indonesia maupun pasar global,” katanya.
BACA JUGA:Bahlil Targetkan Groundbreaking Proyek Baterai EV Huayou Semester I 2026
BACA JUGA:Pertumbuhan Mobil Listrik Meningkat, Tantangan Limbah Baterai Jadi Sorotan
Sebagai bagian dari komitmen ramah lingkungan, operasional pabrik akan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 18 megawatt hour (MWh). Langkah ini ditujukan untuk menekan emisi karbon sekaligus mendukung penggunaan energi terbarukan di sektor industri.
Dari sisi ketenagakerjaan, PT CATIB memperkirakan pabrik tersebut akan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja saat beroperasi penuh. Perusahaan juga menjalankan program transfer pengetahuan dengan mengirim sejumlah pekerja untuk mengikuti pelatihan di China.
“PT CATIB turut mendorong ekonomi daerah melalui kerja sama dengan UMKM,” ujar Bayu.
Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem industri baterai terintegrasi yang sebelumnya telah dilakukan groundbreaking oleh Presiden Prabowo Subianto pada 29 Juni 2025 di Kawasan Artha Industrial Hills, Karawang, Jawa Barat.
Bayu menambahkan, hingga Januari 2026 pembangunan infrastruktur dasar pabrik telah selesai. Saat ini, proyek memasuki tahap pemasangan mesin serta penyelesaian fasilitas pendukung.
“Kami berharap ada dukungan tambahan ke depan, sehingga Indonesia bisa menjadi pusat gravitasi industri baterai,” tutupnya. (ant)