Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

IHSG Diproyeksikan Pulih Perlahan Pekan Depan, Ini Level Support dan Resistance

Ilustrasi IHSG-Sigid Kurniawan-Antara

BELITONGKESPRES.COM - Pasar saham Indonesia diproyeksikan mengalami pemulihan secara bertahap pada pekan depan. Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal Hans Kwee memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada level support 8.167 hingga 8.000, dengan resistance di kisaran 8.408 sampai 8.596.

"Pasar saham diperkirakan akan pulih perlahan dengan potensi penguatan terbatas di pekan depan, dengan support di level 8.167 sampai level 8.000, dan resistance di level 8.408 sampai level 8.596," ujar Hans saat dihubungi Antara di Jakarta, Minggu.

Hans menjelaskan, volatilitas tinggi yang terjadi di pasar saham Indonesia pada pekan lalu dipicu oleh keputusan Morgan Stanley Capital International untuk menangguhkan rebalancing indeks saham Indonesia.

Merespons kebijakan tersebut, pasar modal Indonesia tengah menjalankan sejumlah agenda reformasi, antara lain peningkatan transparansi dan tata kelola, khususnya terkait kepemilikan saham di bawah 5 persen yang ditargetkan berlaku pada Februari 2026. 

BACA JUGA:MSCI Bekukan Perubahan Indeks, IHSG Anjlok dan Picu Trading Halt

Selain itu, aturan batas minimal saham publik atau free float juga akan dinaikkan dari 7,5 persen menjadi 15 persen, yang mulai diproses pada Februari 2026 dan berlaku bagi emiten baru maupun emiten yang sudah tercatat.

Agenda lainnya adalah percepatan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia, dengan regulasi terkait ditargetkan terbit pada kuartal I 2026.

Hans menilai langkah-langkah reformasi tersebut berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar karena dapat mengembalikan kepercayaan investor.

"Otoritas Indonesia telah mengambil langkah yang lebih proaktif melalui diskusi dan komunikasi publik untuk mengatasi isu-isu krusial, menstabilkan pasar domestik, serta menumbuhkan kembali kepercayaan melalui peningkatan transparansi dan tata kelola," ujarnya.

Ia juga mencatat tekanan terhadap IHSG mulai mereda pada perdagangan akhir pekan, meskipun aksi jual bersih investor asing masih terjadi pada Jumat 30 Januari.

"Tekanan mulai pulih di akhir pekan, tetapi aksi jual investor asing masih terlihat," kata Hans.

BACA JUGA:Danantara Tegaskan Demutualisasi BEI Tidak Ganggu Independensi Regulator

Dari sisi global, Hans menyoroti sentimen eksternal yang berpotensi memengaruhi pasar saham domestik. Penunjukan mantan Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, oleh Presiden AS Donald Trump dinilai memberi sinyal bahwa bank sentral AS tetap independen, sehingga peluang pemangkasan suku bunga agresif menjadi lebih kecil.

Menurut Hans, Kevin Warsh cenderung mendukung penurunan suku bunga acuan secara terbatas, namun tidak melakukan pelonggaran agresif seperti sejumlah kandidat lainnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan