Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

CEO Danantara Tekankan Pasar Modal Tak Cukup Hanya Besar, Harus Berkualitas

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani dalam konferensi pers capaian investasi sepanjang 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026)-Muzdaffar Fauzan-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan komitmennya untuk memastikan pasar modal Indonesia tidak hanya berkembang dari sisi ukuran, tetapi juga semakin kuat dari segi kualitas, transparansi, dan akuntabilitas.

Rosan menjelaskan, investasi memberikan kontribusi sekitar 28 hingga 29 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Angka tersebut menempatkan investasi sebagai salah satu motor utama perekonomian setelah konsumsi domestik. Karena itu, peran pasar modal dinilai sangat strategis karena berkaitan langsung dengan aliran investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

“Investasi kontribusinya terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia kurang lebih 28 sampai 29% dari pertumbuhan kita yang selama terjaga di atas 5%,” ujar Rosan dalam Dialog Pelaku Pasar Modal bertajuk 8 Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Ia menegaskan tujuan utama reformasi pasar modal adalah menciptakan ekosistem yang transparan, berkualitas, dan dapat dipercaya. Menurutnya, pembentukan harga saham harus sepenuhnya mencerminkan mekanisme permintaan dan penawaran.

BACA JUGA:OJK Siapkan 8 Langkah Reformasi Pasar Modal, Free Float Emiten Naik Jadi 15 Persen

“Tujuan kita adalah menciptakan pasar yang transparan, berkualitas, dan dipercaya. Pembentukan harga di pasar modal harus murni berdasarkan mekanisme permintaan dan penawaran (demand and supply),” lanjutnya.

Rosan juga menilai valuasi saham yang tinggi tidak menjadi persoalan selama terbentuk secara alami oleh pasar. Ia mencontohkan Tesla sebagai emiten dengan valuasi besar yang dapat diterima investor karena harga sahamnya terbentuk secara transparan.

“Jika harga terbentuk secara murni, maka likuiditas tidak akan menjadi isu. Investor, baik domestik maupun luar negeri, akan merasa aman untuk masuk dan keluar dari pasar kita karena mereka tahu harga yang ada mencerminkan nilai yang sebenarnya,” kata Rosan.

Terkait dinamika pasar dalam beberapa hari terakhir, ia menilai kondisi tersebut menjadi momentum penting bagi Otoritas Jasa Keuangan, BEI, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat peningkatan standar transparansi.

BACA JUGA:OJK Pastikan Mundurnya Dirut BEI Tak Ganggu Operasional dan Stabilitas Pasar Modal

Rosan menekankan, Danantara memiliki kepentingan besar dalam menjaga stabilitas bursa karena perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikelola Danantara menyumbang hampir 30 persen dari total kapitalisasi pasar Indonesia.

“Kami di Danantara mendukung penuh inisiatif reformasi ini. Kepentingan kami sangat besar untuk memastikan bursa mencerminkan evaluasi dan keadaan perusahaan secara benar dan baik, sehingga memberikan persepsi positif bagi dunia internasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, mengingat besarnya peran investasi dalam perekonomian, stabilitas dan kredibilitas pasar modal harus terus dijaga. Pasar modal dinilai sebagai salah satu sumber pembiayaan utama bagi sektor riil dan ekspansi dunia usaha.

“Oleh sebab itu ini menjadi perhatian utama kami bagaimana kita benar-benar menjaga pasar modal kita,” pungkas Rosan. (beritasatu)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan