Dukung Developer Kecil, BTN Luncurkan Skema Kredit Pengembang Perumahan
Ilustrasi rumah sederhana yang bisa memanfaatkan subsidi bunga KPR -Istimewa-Istimewa
BELITONGEKSPRES.COM - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memperluas skema pembiayaan perumahan dengan menyiapkan Kredit Pengembang Perumahan (KPP) sebagai pelengkap Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Skema ini ditujukan untuk memperkuat kesiapan pengembang, terutama developer kecil dan startup di daerah, dalam menyiapkan lahan serta proyek perumahan.
BTN menyatakan telah menggandeng lebih dari 10.000 mitra developer di seluruh Indonesia untuk mengejar target penyaluran 210.000 unit rumah subsidi.
Program ini juga mencakup penyediaan hunian bagi pekerja sektor informal yang dinilai memiliki potensi pasar besar.
Direktur Consumer and Commercial Lending BTN, Hirwandi Gafar, mengatakan kerja sama dengan ribuan developer tersebut bertujuan memastikan ketersediaan lahan dan proyek agar target rumah subsidi dapat tercapai. Ia menilai segmen pekerja informal menjadi pasar baru yang perlu mendapat perhatian dalam program pembiayaan perumahan.
BACA JUGA:BTN Targetkan Pertumbuhan Rumah Subsidi di Atas 10 Persen pada 2026
“Lebih dari 10 ribu mitra kita di seluruh Indonesia, kita siapin untuk mereka mulai dari mempersiapkan lahan, mempersiapkan proyek, supaya target 210 ribu berjalan. Karena kami melihat segmen pekerja informal sebagai potensi pasar baru bagi rumah subsidi,” kata Hirwandi di sela BTN Expo di Jakarta, Sabtu (31/12/2026).
Melalui skema KPP, BTN berharap akses pembiayaan bagi debitur, khususnya pekerja informal, semakin terbuka. Skema ini memungkinkan kelompok yang sebelumnya sulit menjangkau KPR subsidi dapat memperoleh pembiayaan yang lebih terjangkau.
“Dengan KPP, demand ini justru untuk para pekerja informal kita dorong untuk bisa mereka affordable juga mendapatkan KPR subsidi. Dan juga untuk mendukung usaha mereka juga,” ujar Hirwandi.
BTN memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan rumah subsidi pada 2026 bisa melampaui 10 persen. Target penyaluran mencapai sekitar 210.000 unit, yang terdiri atas 140.000 unit konvensional dan 73.000 unit berbasis syariah.
Selain memperluas skema pembiayaan, BTN juga menyederhanakan proses KPR menjadi sekitar tiga hari. Langkah ini diharapkan mempercepat akses masyarakat terhadap pembiayaan hunian, sekaligus memperkuat peran BTN dalam sektor perumahan nasional.
BACA JUGA:BP Tapera Gandeng 43 Bank Salurkan KPR FLPP 2026, Target 350.000 Rumah
Dalam rangkaian penutupan BTN Expo 2026, BTN juga menggelar Awarding BTN Housingpreneur 2025 yang melahirkan sejumlah inovator muda di ekosistem perumahan.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan kegiatan tersebut mencerminkan komitmen BTN dalam mendorong inovasi, penguatan UMKM, pengembangan talenta, serta penyediaan hunian yang layak dan berkelanjutan.