Layanan Gadai Pegadaian Tetap Jadi Solusi Likuiditas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Di tengah ketidakpastian ekonomi, layanan gadai emas Pegadaian menjadi solusi cepat dan aman bagi masyarakat--PT Pegadaian
BELITONGEKSPRES.COM - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, layanan gadai masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk memperoleh likuiditas secara cepat dan relatif aman. PT Pegadaian mencatat, produk gadai tetap diminati lintas generasi karena prosesnya sederhana, mudah diakses, serta tidak memerlukan persyaratan panjang seperti pembiayaan perbankan.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti menyampaikan bahwa layanan gadai dirancang sebagai produk publik yang inklusif dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Pegadaian menyediakan fasilitas pinjaman mulai dari Rp50.000 dengan jaminan berbagai jenis aset, antara lain emas, perhiasan, hingga barang elektronik.
“Gadai menjadi produk andalan untuk membantu masyarakat saat membutuhkan dana cair. Nasabah dapat menggadaikan barang berharga tanpa harus kehilangan aset tersebut, karena dapat ditebus kembali di kemudian hari. Dana yang diperoleh bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun modal usaha,” ujar Selfie.
BACA JUGA:Kadin Nilai Ekonomi Syariah Berperan Strategis Dukung Pertumbuhan 8 Persen
Ia menambahkan, skema gadai Pegadaian juga berperan dalam melindungi masyarakat dari risiko pinjaman ilegal atau rentenir yang menawarkan bunga tinggi dan tidak transparan.
Salah satu nasabah, Lia (33), pengusaha gerai minuman di Jakarta, memanfaatkan emas sebagai sarana investasi sekaligus dana darurat. Sejak 2015, ia rutin membeli emas batangan dan menabung emas di Pegadaian.
“Kalau ada kebutuhan mendesak, saya bisa menggadaikan emas dan menebusnya kembali saat kondisi keuangan sudah stabil. Jadi kebutuhan terpenuhi tanpa harus menjual investasi,” kata Lia.
Menurut Lia, kenaikan harga emas dalam beberapa tahun terakhir semakin menguatkan perannya sebagai aset lindung nilai. Saat ini, ia bersama suaminya juga mempertimbangkan pengembangan usaha dengan memanfaatkan fasilitas gadai emas.
Pegadaian turut menyoroti peran gadai dalam mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Keterbatasan akses permodalan masih menjadi kendala utama pelaku usaha kecil. Untuk itu, Pegadaian menghadirkan program Gadai Peduli, yaitu layanan gadai tanpa bunga dengan plafon pinjaman mulai Rp50.000 hingga Rp2,5 juta.
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Perlebar Defisit APBN untuk Cegah Krisis Ekonomi
“Program ini menjadi bentuk kepedulian Pegadaian dalam mendukung perekonomian kerakyatan, khususnya bagi pelaku UMKM yang membutuhkan modal usaha,” jelas Selfie.
Seiring perkembangan teknologi, Pegadaian juga memperluas layanan melalui digitalisasi. Melalui aplikasi Tring!, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan gadai, termasuk Gadai Tabungan Emas, secara daring tanpa perlu datang ke kantor cabang.
“Minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi yang aman dan likuid terus meningkat. Melalui aplikasi Tring!, nasabah dapat menabung, menggadaikan, hingga mendepositokan emas kapan saja dan di mana saja,” tambah Selfie.