Kadin Nilai Ekonomi Syariah Berperan Strategis Dukung Pertumbuhan 8 Persen
Sejumlah pembicara dalam forum Kadin Sharia Economic Outlook 2026 dengan mengusung tema “Driving Indonesia’s Halal Industry Competitiveness and Global Export Readiness” di Jakarta, Rabu (28/1/2026)-Kadin-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai ekonomi syariah memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.
Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kadin Indonesia Titi Khoiriah mengatakan, sektor ekonomi syariah diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan perekonomian nasional.
“Kadin berharap ekonomi syariah Indonesia dapat terus memberikan manfaat nyata dan berkontribusi dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Titi Khoiriah dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Menurut Titi, pandangan tersebut sejalan dengan posisi Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah serta industri halal di tingkat global.
“Target kita adalah menguasai pasar domestik, menjadi pemain utama ekonomi syariah, sekaligus memiliki daya saing kuat di pasar global,” ujarnya.
BACA JUGA:Wamen Ekraf Sebut Industri Gim Berpotensi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia
BACA JUGA:Danantara Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Maksimal pada 2026
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kadin tengah mengembangkan Indonesia Sharia Economic Center sebagai platform yang mempertemukan para pelaku usaha di sektor industri halal.
“Melalui platform ini, Kadin Indonesia juga mendorong promosi dan penguatan Kadin Halal Hub sebagai pusat kolaborasi, fasilitasi, dan pengembangan industri halal nasional,” kata Titi.
Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Kadin Indonesia Primus Dorimulu menilai Indonesia memiliki modal dasar yang sangat kuat untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia, mulai dari jumlah penduduk Muslim terbesar, kerangka regulasi yang relatif siap, hingga dukungan kelembagaan yang solid.
Meski demikian, ia menilai berbagai potensi tersebut belum sepenuhnya terintegrasi menjadi kekuatan ekonomi yang saling menopang.
“Kemajuan paling nyata justru terlihat di industri halal, terutama makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, serta fesyen Muslim. Industri ini tumbuh pesat karena digerakkan oleh konsumsi domestik dan UMKM, didukung sertifikasi halal, digitalisasi rantai pasok, serta keterhubungan dengan pasar ekspor,” ujar Primus.
Sebagai langkah konkret, Kadin Indonesia juga menggelar forum Kadin Sharia Economic Outlook 2026 dengan tema “Driving Indonesia’s Halal Industry Competitiveness and Global Export Readiness”.
Forum tersebut membahas arah kebijakan dan prospek ekonomi syariah ke depan, sekaligus memperkuat peran Kadin sebagai penggerak percepatan pengembangan ekonomi syariah dan industri halal nasional. (ant)