Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Kemkomdigi Siapkan Strategi Transformasi Industri Semikonduktor

Wamenkomdigi Nezar Patria (ketiga dari kiri) saat menerima audiensi PT Sat Nusapersada Tbk di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (27/01/2026)-Kementerian Komunikasi dan Digital-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (kemkomdigi) menyiapkan strategi untuk mendorong transformasi industri menuju produksi semikonduktor bernilai tambah tinggi. Langkah ini diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia di sektor teknologi global.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan Indonesia perlu segera masuk ke dalam rantai pasokan global semikonduktor sebagai langkah paling realistis dalam waktu dekat. Upaya tersebut dilakukan agar industri teknologi nasional tidak berhenti pada tahap perakitan semata.

“Kita masuk dulu ke rantai pasokan global. Di komponen yang strategis, kita harus ada. Dari situ daya tawar Indonesia akan tumbuh,” ujar Nezar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Ia menilai Indonesia memiliki modal awal yang kuat untuk memasuki industri tersebut. Salah satu keunggulan utama adalah ketersediaan cadangan pasir silika yang menjadi bahan baku silicon wafer, komponen penting dalam proses produksi chip semikonduktor.

BACA JUGA:DPR Nilai Peluncuran ICDEC Langkah Strategis Penguatan Industri Semikonduktor dan AI

BACA JUGA:Menko Airlangga Tekankan Pengembangan Ekosistem AI serta Semikonduktor di ASEAN

Menurut Nezar, perkembangan pesat industri kecerdasan buatan atau AI telah mendorong lonjakan kebutuhan silicon wafer secara signifikan. Kondisi kelangkaan chip di tingkat global dinilai menjadi peluang bagi negara yang memiliki sumber daya bahan baku besar, termasuk Indonesia.

“Permintaan silicon wafer sangat tinggi karena industri AI berkembang pesat. Ini momentum yang jarang dan harus dimanfaatkan,” katanya.

Selain faktor sumber daya alam, Nezar menilai posisi Indonesia yang relatif netral di tengah ketegangan geopolitik global juga memberikan nilai strategis. Pemerintah melihat peluang untuk menarik kemitraan dari berbagai negara sekaligus memastikan terjadinya alih teknologi.

“Yang kita kejar itu transfer teknologi. Kalau hanya tenaga kerja, dampak jangka panjangnya kecil,” tegas Nezar.

Untuk memperkuat ekosistem industri nasional, Kemkomdigi juga menerapkan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN sebagai bagian dari strategi mendorong kemandirian dan daya saing industri teknologi Indonesia. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan