Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Kemendag Targetkan Harga Minyakita Turun Sebelum Ramadan dan Lebaran 2026

Ilustrasi Minyakita-Indrianto Eko Suwarso-Antara

BELITONGEKSPRES.COM - Kementerian Perdagangan memastikan harga minyak goreng Minyakita, yang saat ini masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET), akan mulai turun pada akhir Januari atau awal Februari 2026. Penurunan harga diproyeksikan seiring peningkatan penyaluran pasokan minyak goreng oleh BUMN pangan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan realisasi pasokan minyak goreng ke BUMN sejak 1 hingga 20 Januari 2026 baru mencapai sekitar 14 persen. 

Ia menargetkan harga Minyakita turun sebelum Ramadan dan Lebaran, setelah pasokan memenuhi kewajiban minimal 35 persen sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025.

Permendag 43/2025 mewajibkan produsen minyak goreng swasta menyetorkan minimal 35 persen produksinya untuk domestic market obligation (DMO) kepada BUMN pangan. Sejumlah produsen dikabarkan telah menandatangani kontrak dan siap memenuhi kewajiban tersebut.

BACA JUGA:Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Minyakita, Perkuat Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat

BACA JUGA:GIMNI Usul MinyaKita Disalurkan Lewat Bulog hingga PT Pos, Harga Sesuai Mekanisme Pasar

Saat ini, harga rata-rata nasional Minyakita tercatat sekitar Rp16.800 per liter, relatif stabil dalam tiga bulan terakhir, sedangkan HET ditetapkan Rp15.700 per liter. Dengan pemenuhan pasokan minimal 35 persen, Kemendag berharap harga dapat mendekati HET.

Iqbal menambahkan kerja sama antara produsen swasta dan BUMN pangan sudah mulai berjalan, namun efektivitas kebijakan baru akan terlihat setelah target pasokan tercapai.

Selain itu, masyarakat menengah atas dianjurkan membeli minyak goreng premium, yang harganya relatif stabil di kisaran Rp22.000–Rp23.000 per liter, sementara Minyakita ditujukan untuk konsumen menengah ke bawah. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan