Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Swasembada Tercapai, Mentan Buka Peluang Ekspor Beras Tahun Ini

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara pada Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang dihadiri 5.000 petani/penyuluh secara luring dan dua juta petani secara daring di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2025)-Harianto-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Indonesia membuka peluang mengekspor beras pada tahun ini setelah berhasil mencapai swasembada dan memastikan penyerapan produksi dalam negeri berjalan aman. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapan ekspor akan dilakukan sepanjang cadangan beras pemerintah terjaga dan Perum Bulog mampu menyerap produksi petani secara optimal.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Rabu. Ia menyebut, dengan jaminan penyerapan Bulog untuk kebutuhan tiga bulan ke depan, rencana ekspor beras hampir pasti dapat direalisasikan pada 2025.

Amran menilai ekspor beras akan menjadi tonggak baru bagi Indonesia, seiring stabilnya pasokan nasional dan keberhasilan pengelolaan cadangan pangan strategis di tengah peningkatan produksi petani. Menurutnya, pencapaian ini menandai peralihan Indonesia dari negara swasembada menuju calon pengekspor beras.

Saat ini, stok Cadangan Beras Pemerintah secara nasional tercatat sekitar 3,2 juta ton. Angka tersebut menurun dari puncak stok yang sempat mencapai 4 juta ton pada pertengahan 2025, namun tetap mencerminkan posisi cadangan yang kuat dan belum pernah terjadi sebelumnya.

BACA JUGA:Swasembada Beras RI Tekan Harga di Pasar Global Hingga 44 Persen

BACA JUGA:Anggaran MBG 2025 Terserap Rp51,5 Triliun, 72,5 Persen dari Pagu

Amran membandingkan kondisi tersebut dengan capaian swasembada pada 1984, ketika Indonesia memperoleh pengakuan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO dengan stok beras sekitar 2 juta ton. Menurutnya, kapasitas cadangan saat ini jauh lebih besar dibandingkan periode tersebut.

Selain cadangan pemerintah, konsumsi beras di sektor hotel, restoran, dan katering juga mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. Volume konsumsi sektor tersebut mencapai sekitar 12 juta ton secara nasional.

Ia menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut tidak terlepas dari arahan Presiden Prabowo Subianto serta sinergi lintas kementerian dan lembaga. Dukungan kebijakan yang konsisten dinilai memperkuat produksi dan distribusi pangan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyatakan komitmennya untuk menjaga swasembada pangan tidak hanya bersifat sementara. Pemerintah menargetkan Indonesia mampu mempertahankan swasembada pangan setiap tahun ke depan.

Presiden menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Ia menegaskan pencapaian swasembada pangan merupakan jawaban atas keraguan sejumlah pihak terhadap kemampuan nasional di sektor pertanian. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan