Mentan Tegaskan Modernisasi Pertanian Jadi Kunci Swasembada Pangan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang dihadiri 5000 petani/penyuluh secara luring dan dua juta petani secara daring di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2025)-Harianto-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan modernisasi pertanian melalui teknologi, mekanisasi, dan penguatan petani menjadi strategi utama menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan di tengah tantangan global dan perubahan iklim.
Pernyataan itu disampaikan dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Rabu. Kegiatan dihadiri langsung oleh 5.000 petani dan penyuluh, serta diikuti secara daring oleh dua juta petani di seluruh Indonesia.
Amran menjelaskan, penguatan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, dan pendampingan petani terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
“Kita mendorong pertanian berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknologi, produktivitas naik, indeks pertanaman meningkat, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani berdampak nyata,” ujarnya.
BACA JUGA:Prabowo: Cadangan Beras RI Capai 3 Juta Ton, Lampaui Rekor Swasembada Era Soeharto
BACA JUGA:Stok Beras Nasional Capai 3,39 Juta Ton, Mentan Targetkan Swasembada Gula 2026
Presiden Prabowo hadir langsung memimpin panen raya padi di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, sekaligus menegaskan pencapaian swasembada pangan dan arah pembangunan pertanian nasional yang bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi.
Panen raya ini menandai capaian strategis sektor pertanian nasional hasil kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani. Presiden Prabowo menyatakan, Indonesia kini kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan.
Proses panen menggunakan combine harvester, yang memungkinkan panen lebih cepat, menekan kehilangan hasil, dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.
Selain itu, teknologi varietas unggul padi Inpari 32 yang dikembangkan Kementerian Pertanian memiliki potensi hasil 8,42 ton per hektare, menjadi pengungkit produksi padi nasional. Presiden mendorong pengembangan varietas unggul agar produktivitas bisa mencapai 15 ton per hektare.
Selain panen, Presiden menyaksikan demo alat dan mesin pertanian seperti drone, pompa air, dan teknologi hilirisasi pertanian. Teknologi ini menjadi faktor penting dalam mendorong produksi dan memastikan swasembada pangan berkelanjutan. “Saya melihat produk hilirisasi pertanian luar biasa,” ujar Kepala Negara.
Presiden juga menekankan bahwa Indonesia akan segera swasembada jagung, setelah sebelumnya dinyatakan swasembada beras pada 2025. Hal ini diharapkan menurunkan harga pakan bagi peternak dan petani. “Kita sudah menurunkan harga pupuk, dan ke depan harga pakan akan lebih terjangkau,” tambah Prabowo. (ant)