Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Kemenkeu: Kinerja Ekonomi 2025 Solid, Jadi Modal Pertumbuhan 2026

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam taklimat media, di Jakarta, Rabu (31/12/2025)-Bayu Saputra-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Kementerian Keuangan menyatakan berbagai indikator ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja yang solid pada akhir 2025. Capaian tersebut dinilai menjadi landasan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyampaikan bahwa penutupan tahun 2025 ditandai dengan aktivitas manufaktur yang tetap berada di zona ekspansif, inflasi yang terkendali, serta neraca perdagangan yang konsisten mencatat surplus.

Menurut Febrio, kombinasi indikator tersebut menjadi modal utama untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi pada tahun mendatang. Aktivitas manufaktur tercermin dari Indeks PMI Manufaktur Indonesia yang berada di level 51,2 pada Desember 2025. Angka tersebut menandai tren ekspansi yang telah berlangsung selama lima bulan berturut-turut.

Kinerja sektor manufaktur didorong oleh kuatnya permintaan domestik, peningkatan penyerapan tenaga kerja, serta aktivitas pembelian bahan baku. Seiring dengan itu, optimisme pelaku usaha juga meningkat dan mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, mencerminkan keyakinan terhadap prospek industri ke depan.

BACA JUGA:Bloomberg Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2026, Inflasi 2,75 Persen

BACA JUGA:Menkeu Tarik Rp75 Triliun dari Perbankan untuk Belanja K/L, Pastikan Tak Ganggu Stabilitas Ekonomi

Dari sisi eksternal, aktivitas manufaktur di negara mitra dagang utama Indonesia secara umum berada dalam fase ekspansif. Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi keberlanjutan permintaan ekspor nasional.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia tetap mencatatkan surplus. Pada November 2025, surplus perdagangan tercatat sebesar 2,66 miliar dolar AS. Secara kumulatif sepanjang Januari hingga November 2025, surplus neraca perdagangan mencapai 38,54 miliar dolar AS, meningkat 9,30 miliar dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Febrio menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat strategi hilirisasi sumber daya alam, meningkatkan daya saing produk ekspor, serta melakukan diversifikasi mitra dagang guna mengantisipasi dinamika ekonomi global.

Dari sisi stabilitas harga, tingkat inflasi sepanjang 2025 tercatat terkendali pada level 2,92 persen secara tahunan. Kenaikan inflasi harga bergejolak mencapai 6,21 persen dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kendala distribusi, terutama pada komoditas cabai, beras, dan ikan segar.

Inflasi harga yang diatur pemerintah tercatat sebesar 1,93 persen, didorong oleh kenaikan harga bahan bakar non-subsidi dan tarif transportasi pada periode Natal dan Tahun Baru. Adapun inflasi inti tetap stabil di level 2,38 persen, seiring kenaikan harga emas perhiasan.

BACA JUGA:Pajak Sektor Ekonomi Digital Capai Rp12,24 Triliun Hingga November 2025

BACA JUGA:Pemerintah Tetapkan PPh 21 DTP untuk 5 Sektor Usaha 2026, Ini Aturannya

Sejumlah indikator ekonomi domestik lainnya juga menunjukkan perbaikan pada akhir 2025. Hingga November, Indeks Keyakinan Konsumen menguat ke level 124, sementara Indeks Penjualan Riil tumbuh 5,94 persen secara tahunan, didorong oleh peningkatan penjualan makanan dan minuman serta meningkatnya mobilitas masyarakat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan