Waspada Godaan Impulsif Momen 12.12, Simak 5 Tips Agar Tidak Boncos
Ilustrasi - Waspada godaan belanja online 12.12-lifeforstock-freepik
BELITONGEKSPRES.COM - Jelang festival belanja tanggal kembar 12.12, masyarakat Indonesia kembali disuguhi berbagai promo besar dari e-commerce, mulai diskon puluhan persen, flash sale, hingga penawaran bundling. Lonjakan penawaran ini wajar menjelang akhir tahun, namun euforia diskon juga berpotensi memicu pembelian impulsif yang tidak sesuai kebutuhan.
Indonesia menjadi salah satu pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, dan setiap festival tanggal kembar transaksi bisa melonjak signifikan. Tren terbaru menunjukkan konsumen kini lebih selektif, mengutamakan nilai manfaat dari setiap pembelian.
Meski platform belanja mengklaim menampilkan promo lebih relevan, keputusan akhir tetap di tangan konsumen: apakah produk benar-benar diperlukan atau sekadar tergoda harga murah. Fenomena 'keranjang penuh tapi tanpa tujuan' semakin sering terjadi, terutama ketika katalog harian menampilkan berbagai kategori mulai kebutuhan rumah tangga, kecantikan, elektronik, gadget, fashion, hingga supermarket.
Agar tidak terjebak belanja boros selama 12.12, berikut lima tips yang bisa diterapkan:
BACA JUGA:Persaingan E-Commerce Kian Ketat, Ini Pilihan UMKM Indonesia di 2025
1. Buat daftar barang yang benar-benar dibutuhkan
Sebelum festival dimulai, buat daftar kebutuhan secara spesifik, misalnya groceries, perawatan diri, perlengkapan rumah, atau perangkat produktivitas. Jika barang yang muncul dalam promo tidak ada di daftar, pertimbangkan ulang sebelum membeli.
2. Bandingkan harga sebelum dan sesudah promo
Beberapa produk mengalami diskon bertahap atau harga normal yang sempat dinaikkan. Konsumen bisa memeriksa riwayat harga melalui fitur di aplikasi, forum diskon, atau membandingkan dengan marketplace lain.
3. Waspadai flash sale yang memicu keputusan impulsif
Flash sale elektronik, fashion, atau gadget dirancang untuk mendorong pembelian spontan. Bila terpicu oleh hitung mundur, jeda 2–3 menit untuk memastikan produk benar-benar dibutuhkan.
BACA JUGA:Budaya Belanja Berubah, dari Marketplace ke Social Commerce | TikTok Shop Jadi Raja Baru
4. Pilih brand tepercaya dan toko resmi
Pembelian di toko resmi meminimalkan risiko barang palsu dan biasanya menawarkan garansi lebih panjang, terutama untuk elektronik dan gadget. Produk palsu justru berisiko menambah pengeluaran jangka panjang.