Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

BI Targetkan 60 Juta Pengguna QRIS pada 2025, Perluas Interkoneksi Lintas Negara

Ilustrasi QRIS-Didik Suhartono-Dok Antara

BELITONGEKSPRES.COM - Bank Indonesia (BI) menargetkan jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencapai 60 juta pada 2025 sebagai bagian dari upaya memperluas digitalisasi sistem pembayaran dan integrasi lintas negara.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu kunci penguatan ekonomi nasional. Saat ini, QRIS telah digunakan oleh 58 juta pengguna dengan sekitar 40 juta merchant, termasuk UMKM dan usaha mikro. Tahun depan, dari target 60 juta pengguna, sekitar 45 juta berasal dari merchant dan generasi muda.

“Targetnya QRIS akan melewati 60 juta pengguna tahun depan,” kata Perry saat menghadiri Talkshow BI Bersama Masyarakat (Birama) di Jakarta, Senin 1 Desember.

Selain ekspansi domestik, BI juga memperluas interkoneksi QR lintas negara. QR Indonesia telah terhubung dengan Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang. Langkah selanjutnya memungkinkan wisatawan Jepang menggunakan QR versi Jepang di Indonesia. Integrasi dengan Tiongkok juga tengah dipersiapkan dengan menyatukan dua standar bahasa dalam sistem QR Tiongkok.

Perry menambahkan, uji coba interkoneksi QR juga direncanakan dengan Korea Selatan dan India, serta potensi integrasi dengan Arab Saudi, termasuk QRIS dalam kartu Nusuk bagi jemaah haji dan umrah.

BACA JUGA:Wapres Gibran Promosikan QRIS sebagai Solusi Pembayaran Digital di KTT G20 Afrika Selatan

BACA JUGA:Menko Airlangga: Pengguna QRIS Lampaui Kartu Kredit, Jumlah Pengguna Tembus 50 Juta

Untuk mendukung pertumbuhan transaksi digital, nilai transaksi QRIS Tap (tanpa pindai) tercatat Rp 13,8 miliar dari 252.000 transaksi sejak implementasi pada Maret 2025. BI juga memodernisasi layanan BI-FAST untuk mengantisipasi proyeksi lonjakan transaksi digital hingga 43 miliar pada 2030, bekerja sama dengan industri dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

“Digitalisasi akan terus kita dorong. Tahun depan bersama ASPI, kita kembangkan pusat inovasi digital,” pungkas Perry. (beritasatu)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan