BTN Kuasai 37 Persen Pasar KPR FLPP, Salurkan 129.687 Unit Rumah Subsidi
Calon pembeli berjalan di dekat rumah subsidi untuk program rumah bagi tenaga kesehatan Indonesia di Puri Delta Asri 9, Sawah Darupono, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, Senin (28/4/2025)-Aprillio Akbar/nz-ANTARA FOTO
BELITONGEKSPRES.COM - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memperkuat dominasinya sebagai bank penyalur utama Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi di Indonesia. Hingga 26 September 2025, BTN menyalurkan 93.098 unit rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), ditambah 36.589 unit dari BTN Syariah, sehingga totalnya mencapai 129.687 unit. Angka tersebut setara dengan 37 persen dari total kuota nasional 350.000 unit yang ditetapkan pemerintah tahun ini.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan optimisme bahwa target 220.000 unit rumah melalui program KPR FLPP tahun 2025 dapat tercapai. Menurutnya, dukungan kebijakan pemerintah menjadi faktor penting yang mendorong penyaluran KPR subsidi tetap stabil di tengah tantangan ekonomi.
Beberapa kebijakan yang membantu, kata Nixon, termasuk pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesaz 0 persen untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pembagian batas penghasilan MBR ke dalam zona wilayah.
Untuk Jabodetabek, batas maksimal penghasilan ditetapkan Rp12 juta untuk individu dan Rp14 juta bagi pasangan berpenghasilan ganda. Kebijakan ini diyakini dapat meningkatkan kemampuan bayar calon pembeli rumah subsidi.
BACA JUGA:KPR FLPP Tawarkan Cicilan Sangat Terjangkau: Setara Sewa Rumah, DP Cuma 1 Persen!
BACA JUGA:40 Persen KPR Ditolak Gara-Gara Catatan Buruk di SLIK OJK, Gini Cara Cek dan Perbaikannya!
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menilai capaian BTN jauh melampaui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) lainnya. Hingga periode yang sama, BRI menyalurkan 17.515 unit, BNI 8.440 unit, dan Bank Mandiri 7.963 unit.
“Kami mengapresiasi kontribusi BTN yang paling besar di antara seluruh bank penyalur KPR FLPP. Perannya sangat signifikan dalam mendukung program perumahan nasional,” ujar Maruarar.
Dengan pangsa pasar mencapai lebih dari sepertiga kuota nasional, BTN menegaskan posisinya sebagai motor utama pembiayaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kinerja ini juga menjadi bukti konsistensi BTN dalam menjalankan mandat pemerintah untuk memperluas akses perumahan terjangkau.
Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menargetkan pembangunan tiga juta rumah pada periode 2025–2029. BTN diharapkan tetap menjadi mitra strategis dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan renovasi rumah rakyat agar target tersebut dapat tercapai. (ant)