Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Mantan SPG Jadi Juru Porsi di Dapur MBG, Program Angkat Pekerja yang Sempat Menganggur

Niki, Mantan SPG Jadi Juru Porsi di Dapur MBG, Program Angkat Pekerja yang Sempat Menganggur-Istimewa-

JAKARTA, BELITONGEKSPRES.COM – Suara riuh panci dan aroma masakan bergizi memenuhi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Palmerah, Jakarta Barat.

Di balik kesibukan itu, ada kisah manusiawi tentang kesempatan kedua bagi mereka yang sebelumnya kehilangan pekerjaan. Salah satunya Niki, perempuan yang pernah bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) pakaian.

Setelah kontraknya habis, ia sempat menganggur dan kebingungan mencari penghidupan. Kini, nasibnya berbalik. Niki menjadi juru porsi di dapur MBG, sebuah pekerjaan yang bukan hanya memberi penghasilan, tetapi juga kebanggaan.

“Saya dulu SPG di toko pakaian. Karena kontraknya habis, saya ditawari kerja di sini. Senang banget, suasananya asyik. Rasanya bangga bisa ikut nyiapin makanan sehat untuk anak-anak,” ujar Niki dengan senyum lega saat ditemui di SPPG Khusus Palmerah pekan ini.

BACA JUGA:Program MBG Dongkrak UMKM Ikan di Tangsel, Karyawan Bertambah & Permintaan Meningkat

BACA JUGA:Guru Penanggung Jawab MBG Dapat Insentif Rp100 Ribu Setiap 10 Hari

Program MBG di Palmerah melibatkan sekitar 40 tenaga kerja lokal dengan pembagian peran jelas: sembilan juru masak, sembilan juru porsi, 16 pencuci ompreng, satu petugas kebersihan, empat pengemudi, hingga satu petugas keamanan.

Kesemuanya menunjukkan bahwa program ini tidak hanya menyalurkan gizi, tetapi juga membuka lapangan kerja yang nyata. Bagi Niki, keberadaan dapur MBG memberi harapan baru.

“Semoga program ini berlanjut terus. Jujur, cari kerja di Jakarta itu susah. Jadi, buat kami yang tadinya nganggur, ini sangat membantu,” tambah Mantan SPG Pakaian itu.

Selain menyentuh para pekerja, manfaat MBG dirasakan langsung oleh keluarga murid. Zakaria Judipa, siswa kelas 12 SMK 17 Jakarta, mengaku orang tuanya bahagia karena ia tak lagi perlu membawa bekal dari rumah.

BACA JUGA:Ibu Tunggal Harap Prabowo Lanjutkan Program MBG: Cuma di Sini Saya Bisa Ditampung Kerja

BACA JUGA:Bupati Bakal Rutin Tinjau Dapur MBG di Beltim, Pastikan Makanan Anak Aman Dikonsumsi

“Makan bergizi gratis ini sangat membantu. Orang tua saya tidak keluar biaya tambahan, uang jajan juga jadi lebih hemat,” ungkap perempuan muda tersebut.

Hal serupa dirasakan Febi Zahara, teman sekelas Zakaria. Sebelum ada MBG, ia kerap tidak membawa bekal karena ibunya sibuk mengurus adiknya yang masih kecil.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan