Quantum Computing dalam Dunia Investasi: Peluang Besar atau Risiko Tersembunyi?
Algoritma kuantum dapat memproses ribuan kemungkinan kombinasi alokasi aset dengan efisiensi luar biasa. Investor dapat menemukan konfigurasi portofolio terbaik dalam waktu jauh lebih singkat dibandingkan algoritma klasik.-ist/freepik-
Sementara itu, big data yang selama ini membutuhkan server besar, bisa disederhanakan dengan komputasi kuantum untuk menghasilkan analisis sentimen pasar, pola transaksi abnormal, dan anomali makroekonomi secara lebih tajam dan cepat.
Kesimpulan: Kombinasi quantum computing, AI, dan big data bisa menciptakan sistem investasi prediktif dengan ketepatan dan efisiensi yang belum pernah ada sebelumnya.
Tantangan dan Risiko: Belum Siap untuk Semua Orang
BACA JUGA:Mengenal Shadow Banking dan Risiko Sistemik di Pasar Investasi Alternatif
BACA JUGA:Memulai Investasi Saat Krisis Ekonomi, Cuan Besar atau Bunuh Diri Finansial?
Meski potensinya besar, teknologi ini belum sepenuhnya siap digunakan secara massal:
- Infrastruktur masih terbatas.
- Biaya tinggi dan sumber daya manusia terampil masih langka.
- Risiko keamanan data dan potensi disrupsi terhadap pasar perlu diantisipasi.
Ancaman atau Peluang?
Jawabannya: keduanya. Quantum computing akan menjadi peluang besar bagi investor dan institusi yang mampu mengadopsi lebih awal, tetapi juga bisa menjadi ancaman bagi sistem yang masih bergantung pada pendekatan lama.
Satu hal yang pasti, dunia investasi akan berubah drastis dalam dekade ke depan dan quantum computing mungkin jadi penggeraknya.