Investasi Aktif vs Pasif: Mana yang Lebih Untung di 2025?
Ilustrasi - Dua pendekatan utama yang sering diperbincangkan adalah investasi aktif dan investasi pasif. Meski keduanya bertujuan menghasilkan keuntungan, pendekatan, risiko, dan biayanya sangat berbeda-freepik-
Investasi pasif cocok untuk:
- Investor pemula yang ingin mulai dengan risiko lebih terkendali
- Orang sibuk yang tidak ingin terlibat dalam analisis pasar harian
- Investor yang berfokus pada pertumbuhan jangka panjang, seperti untuk dana pensiun atau pendidikan anak
Biaya yang rendah dan performa yang stabil menjadikannya pilihan utama di kalangan generasi muda dan pekerja kantoran yang mengadopsi gaya hidup “invest and forget”.
Tren Global: Investor Bergeser ke Pasif
Laporan terbaru dari Google Finance (2025) dan Morningstar menunjukkan bahwa dana investasi pasif kini tumbuh lebih cepat dibanding dana aktif, khususnya di Asia Tenggara.
Faktor utama:
- Biaya manajemen rendah
- Performa yang bisa menyaingi strategi aktif dalam jangka panjang
- Meningkatnya literasi finansial melalui platform digital
Namun demikian, investor tetap menggunakan pendekatan campuran (hybrid) agar bisa meraih potensi dari dua dunia.
Memilih antara investasi aktif atau pasif bukan soal benar atau salah. Semua tergantung pada:
- Tujuan keuangan Anda
- Waktu dan sumber daya yang Anda miliki
- Seberapa besar toleransi risiko Anda
Jika masih ragu, banyak ahli menyarankan untuk memulai dengan strategi pasif, lalu perlahan menambahkan strategi aktif saat pemahaman dan pengalaman Anda meningkat.
BACA JUGA:5 Jenis Investasi Jangka Panjang Terbaik dan Paling Cuan!
BACA JUGA:Mau Investasi Global? Simak Cara Beli Saham Luar Negeri dan Risikonya
Tips Akhir
- Mulai dari reksa dana indeks jika Anda pemula
- Hindari FOMO — strategi aktif butuh logika, bukan emosi
- Evaluasi portofolio secara berkala
- Gabungkan kedua strategi jika memungkinkan