Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Mafia Pangan Diduga Memanipulasi Data Beras, Mentan Amran Angkat Bicara

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan LKBN ANTARA di Kementerian Pertanian, Jakarta-Asprilla Dwi Adha-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkap adanya dugaan kuat upaya manipulasi data pasokan beras oleh oknum mafia pangan. Tujuannya, kata Amran, adalah untuk menciptakan opini publik seolah stok beras nasional menipis, padahal realitanya berlimpah.

"Sekarang stok beras kita banyak. Tapi ada pihak yang coba mainkan data seolah-olah beras kurang. Padahal faktanya surplus," tegas Amran saat menyaksikan pemotongan hewan kurban Idul Adha 1446 H di Makassar, Jumat (6/6).

Amran menyebut, kasus ini tengah ditangani Satgas Pangan, dan pihaknya mendesak agar tidak ada yang mempermainkan nasib petani dan konsumen demi kepentingan pribadi atau kelompok.

Stok Beras Tertinggi dalam 57 Tahun

Mentan memaparkan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kini dikelola Perum Bulog telah menembus angka 4 juta ton lebih jumlah tertinggi sejak lima dekade terakhir.

BACA JUGA:Citilink Berlakukan Diskon Tiket 50 Persen, Berlaku Juni–Juli 2025

BACA JUGA:Elnusa Petrofin Sudah Tanam 9.292 Pohon Demi Hijaukan Jalur Distribusi Energi

Dengan stok beras nasional yang kuat, Amran yakin target swasembada beras yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bisa tercapai lebih cepat, bahkan sebelum tahun ketiga masa pemerintahan.

Satgas Temukan Kejanggalan

Salah satu narasi yang dimainkan oleh oknum adalah soal anomali cuaca sebagai penyebab berkurangnya pasokan beras.

“Setelah dicek Satgas Pangan, ternyata itu tidak benar. Mereka bahkan meminta maaf. Tapi saya bilang, tidak bisa! Harus ditindaklanjuti,” ujar Amran.

Ia menekankan, upaya spekulatif semacam ini berisiko merusak program ketahanan pangan, dan mengarah pada keputusan keliru seperti impor yang bisa melemahkan petani lokal.

Lonjakan 11.000 Ton Sehari

Amran juga mengungkap anomalinya data distribusi beras dari Gudang Cipinang pada Mei 2025, di mana tercatat satu hari terjadi pengeluaran beras hingga 11.000 ton, jauh di atas rata-rata harian normal yaitu 1.000–3.500 ton.

BACA JUGA:Menteri Maman: Pelaku Usaha Mikro Tak Seharusnya Langsung Dipidana, Harus Dibina

BACA JUGA:Menaker Pastikan Bantuan Subsidi Upah Segera Disalurkan Sebelum Pekan Kedua Juni 2025

“Selama lima tahun, tidak pernah ada hari dengan angka segitu. Ini patut dicurigai,” tegasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan