Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres
Kamis, 08 Jan 2026
Network
Beranda
Terkini
Babel Raya
Belitong Raya
Beltim Raya
All Sport
Politik
Nasional
Kombis
Ekonomi
Disway
Derap Nusantara
Lainnya
Kesehatan
Life Style
Opini
Network
Beranda
Disway
Detail Artikel
Tafsir Iqra
Reporter:
Dahlan Iskan
|
Editor:
Yudiansyah
|
Senin , 18 Nov 2024 - 12:43
Dahlan Iskan--
tafsir iqra senja sudah lewat ketika saya tiba di hartford. udara sudah turun lagi jadi empat derajat. saya langsung ke rumah daeng. akan ada diskusi dengan mahasiswa asal indonesia di rumah itu. istri daeng ternyata sudah masak. ikan bakar dan sambal terasi. juga ada sambal pencit. masih ada lagi: soto ayam. bisa dimakan dengan nasi atau mie dan bihun. saya pilih soto dulu. sedikit. berkuah. panas. di udara dingin. ternyata sedap. saya tambah lagi. sedikit. sambil melirik ikan bakar. itu untuk tambah yang kali ketiga. rumah kayu ini dua lantai. tambah satu basement. lantai pertamanya sejajar dengan jalan: untuk ruang tamu berseparo dengan dua meja belajar. meja besar untuk daeng. sekalian meja kerja. ada laptop terbuka di atasnya. meja kecil untuk belajar anaknya: putri. masih kecil. mungkin kelas 1 sd. lalu ada ruang makan di sebelah ruang tamu. dapurnya di belakang tempat makan itu. tidak ada sekat antara ruang tamu, ruang belajar dan ruang makan. sofa diminggirkan. bisa menampung 15 orang. lesehan. lantai kayu terasa hangat. apalagi dilapisi karpet. "dari ptiq," seorang mahasiswa membuka pintu, mengenalkan diri dan menyalami saya. "dari ptiq," kata mahasiswa berikutnya. "dari ptiq," giliran mahasiswi berjilbab mengenalkan diri. "dari ptiq," kata jilbab lainnya. dan lainnya lagi. "dari teknik mesin itb," giliran yang lebih senior mengenalkan diri. "dini," kata wanita langsing dengan rambut terurai. "dini ini profesor. dosen di yale university," ujar daeng. "dia datang dari new haven. setir mobil sendiri. satu jam," kata daeng lagi. setengah jam kemudian datang lagi dosen juga. laki-laki. juga mengajar di yale. dua dosen universitas papan atas amerika ikut hadir. seharusnya mereka saya catat satu per satu agar bisa disebut semua. anda sudah tahu apa itu ptiq –perguruan tinggi ilmu al quran. di jakarta selatan. atau selatannya jakarta. saya belum pernah ke sana. saya tanya mereka dari jurusan apa saja. jawab mereka sama: jurusan tafsir quran. "sejak ada ilmu tafsir terjadilah kekacauan..," gurau saya menyambut para calon ahli tafsir itu. baca juga:medali debat semuanya ikut tertawa. salah satunya segera berubah wajah menjadi serius, lalu bertanya: kenapa begitu. "itu guyon," jawab saya. "tapi boleh juga anda dalami apakah benar di zaman nabi muhammad dan di zaman sahabatnya belum ada ilmu tafsir. dengan demikian saat itu orang menjalankan agama bukan berdasarkan tafsir salah satu ahli agama. yang lalu bingung ketika ahli lain menafsirkan ayat yang sama dengan tafsir yang berbeda". maka diskusi pun berlangsung. relevan dengan keilmuan mereka. daeng ikut bicara. rumahnya sering untuk pertemuan warga indonesia. sering juga untuk diskusi para pemeluk agama yang berbeda. kadang pertemuan didahului dengan doa secara islam. daeng yang berdoa. kadang secara kristen. pernah juga doa dipimpin oleh yang beragama yahudi. nama lengkap daeng: mohamad saleh mude. tidak usah ditebak orang mana: pasti makassar. istrinya pandai bakar ikan tapi juga pandai bikin soto: pasti bukan makassar. dia campuran ibu sunda ayah tionghoa. daeng sudah empat atau lima tahun di hartford university. s-2 nya sudah selesai, kini lagi di s-3. di hu memang ada kajian antar agama. ada dua ahli islam yang beragama islam. dari pakistan (suni) dan dari parsi (syiah). masih banyak lagi ahli islam yang bukan islam. di samping kuliah, daeng juga jadi aktivis. di depan pintu rumahnya ada plakat black lives matter. ia juga yang berjuang agar hu mau bekerja sama dengan universitas di indonesia. daeng pernah empat tahun jadi tim wapres jusuf kalla. tugasnya notulen rapat di kantor maupun di rumah wakil presiden itu. lalu pindah tugas sebagai anggota tim audit di pt pupuk kaltim. sebagai orangnya pak jk, daeng bersahabat dengan banyak tokoh. termasuk prof nasaruddin umar. beliau adalah rektor ptiq, imam besar masjid istiqlal dan kini menjabat menteri agama. prof nasaruddin setuju ptiq disambungkan ke hartford u. jadilah kerja sama itu. tahun lalu ptiq sudah mengirim sembilan mahasiswa s-2 ke hartford u. tahun ini 12 orang. ada yang di s-3. mereka akan berada di hartford u selama enam bulan. di kajian antar agama. biayanya dari lpdp. berarti mereka akan sempat mengalami musim salju yang berat di negara bagian connecticut. mahasiswa tinggal di asrama. sebagai anak asrama, mereka rata-rata sama: segera tahu di mana ada makanan murah. di hartford tidak hanya murah. sebuah gereja membagikan bahan makanan gratis seminggu sekali. atau dua minggu. satu kantong besar. isinya macam-macam: mulai ayam beku sampai makanan ringan. berat isi kantong itu, menurut perkiraan daeng, sampai 15 kg. sebelum ada mahasiswa indonesia di situ daging yang dibagikan termasuk babi. lalu sejak ada yang menolak ambil babinya, gereja itu tidak lagi membagikan daging babi. yang islam pun tidak merasa risi ambil bltt itu. gereja tidak pernah bertanya dari negara mana mereka dan beragama apa. siapa pun yang datang dilayani. mazmur juga ikut ambil bltt. dia beragama kristen. asal balige, lalu mendalami teologi di yogyakarta, di universitas duta wacana. baca juga:pemerintahan sederhana saat pertama memperkenalkan diri bahwa namanyi mazmur secara spontan saya bertanya: ayat berapa? dengan spontan pula dia menjawab: pasal 23. anda sudah tahu apa bunyi kitab injil surah mazmur pasal 23. saya pun minta tolong mazmur. sebagai lulusan teologi dia tahu bahasa yunani dan bahasa hebrew. saya penasaran dengan empat prasasti yang ada di gerbang perpustakaan utama yale university di new haven. lebih penasaran lagi karena foto prasasti itu dijepret oleh m solahudin salah satu mahasiswa ptiq yang ke rumah daeng itu. rupanya di hari libur solehudin pergi ke yale. ke perpustakaannya. ia begitu jeli: ia melihat prasasti kuno di gerbang atasnya. saat saya ke yale tidak sejeli itu. lalu solahudin memotretnya. saya pun minta foto empat prasasti itu. apa arti prasasti kesatu, saya tidak perlu minta tolong mazmur. itulah prasasti yang paling membuat solahudin penasaran: prasastinya berhuruf arab. solahudin mengamatinya: kalimat-kalimat bagian atas prasasti itu ternyata surah iqra dalam alquran. di bawah iqra itu ternyata ayat kursiy. solahudin penasaran mengapa gerbang perpustakaan yale memasang ayat kursiy. lalu menunjukkan foto itu ke saya. mazmur pun mengirim apa arti prasasti yang dalam bahasa yunani dan bahasa ibrani. ukuran prasastinya sama dengan yang ayat kursiy. semua tentang ilmu pengetahuan. banyak hal kami diskusikan malam itu. tak terasa sudah pukul 22.00 lebih. prof dini masih harus pulang ke new haven. saya belum istirahat sejak pukul 4 pagi. besoknya sudah harus ke midtown: ada pusat studi gamelan di wesleyan university. lalu ke bandara untuk terbang ke chicago. (dahlan iskan)
1
2
3
4
»
Tag
# tafsir iqra
# catatan dahlan iskan
# dahlan iskan
Share
Koran Terkait
Kembali ke koran edisi Belitong Ekspres 19 November 2024
Berita Terkini
China Pamer Teknologi Masa Depan, Mesin Gravitasi 100 Kali Lebih Kuat dari Bumi
Life Style
1 jam
Tanpa Modal! Baca Artikel di Indo Today Bisa Dapat Saldo DANA Gratis hingga Rp356.000
Life Style
1 jam
Daftar 5 Inovasi Teknologi Paling Keren di CES 2026 yang Bikin Melongo
Life Style
1 jam
Sejumlah Negara Blokir DeepSeek, AI China Dinilai Berisiko Keamanan Data
Life Style
1 jam
BMW Perkenalkan Asisten AI Berbasis Alexa+ di iX3 Generasi Kedua, Bisa Diajak Berdialog
Life Style
1 jam
Wagub Babel Hellyana Diperiksa 10 Jam Terkait Dugaan Ijazah Palsu, Dicecar 25 Pertanyaan
Nasional
1 jam
Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan Harus Terwujud Setiap Tahun
Ekonomi
2 jam
Darren Fletcher Jadi Pelatih Sementara MU, Minta Restu Sir Alex Ferguson
All Sport
2 jam
Daftar 21 Penghargaan Gubernur Babel Hidayat Arsani, Prestasi Nasional Sejak Dilantik
Babel Raya
2 jam
Bareskrim Polri Bongkar Perusahaan Fiktif untuk Aliran Dana Judi Online
Nasional
2 jam
Berita Terpopuler
PAD Sektor Perikanan Belitung Lampaui Target, Capai Rp743 Juta pada 2025
Belitong Raya
13 jam
Dishub Belitung Gelar Rapat Penataan Parkir Pusat Kota Tanjungpandan
Belitong Raya
6 jam
Timtim Maduro
Disway
8 jam
Kasus Mafia Tanah Mencuat di Air Ranggong Belitung, Hutan Produksi Diduga Diperjualbelikan
Belitong Raya
3 jam
Bencana dan Algoritma: Menata Ulang Komunikasi Krisis Pemerintah
Opini
4 jam
Fairfield Belitung Tawarkan 4 Tipe Kamar, Pilihan City View hingga Ocean View
Belitong Raya
5 jam
Berita Pilihan
Daftar 21 Penghargaan Gubernur Babel Hidayat Arsani, Prestasi Nasional Sejak Dilantik
Babel Raya
2 jam
Demi Beli Sabu, Residivis Narkoba Gasak Mesin Motor dan Peralatan Bengkel
Babel Raya
2 jam
Kasus Mafia Tanah Mencuat di Air Ranggong Belitung, Hutan Produksi Diduga Diperjualbelikan
Belitong Raya
3 jam
Kasus Pengoplosan LPG 3 Kg Bersubsidi P21, Polda Babel Limpahkan 2 Tersangka
Babel Raya
3 jam
Kasus Narkoba di Belitung Naik 46,8 Persen, Polres Perketat Patroli 2026
Belitong Raya
3 jam