Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres
Kamis, 08 Jan 2026
Network
Beranda
Terkini
Babel Raya
Belitong Raya
Beltim Raya
All Sport
Politik
Nasional
Kombis
Ekonomi
Disway
Derap Nusantara
Lainnya
Kesehatan
Life Style
Opini
Network
Beranda
Disway
Detail Artikel
Tumit Zaytun
Reporter:
Dahlan iskan
|
Editor:
|
Rabu , 28 Aug 2024 - 21:44
Dahlan Iskan--
tumit zaytun pukul 02.45 nan gelap kereta berhenti di stasiun cirebon. tiga mobil menjemput saya dan rombongan. kami langsung menuju indramayu. lewat jalan tol jurusan jakarta. tidak bisa laju. banyak sekali perbaikan jalan menuju exit cikedung. pukul 04.30 kami tiba di tujuan: pesantren ma'had al zaytun. ini untuk kali ketiga saya ke pesantren 1.800 hektare ini. hari masih gelap. menjelang subuh. sudah disediakan beberapa kamar untuk rombongan kami: di pesantren inn. inilah gedung besar lima lantai yang setara dengan hotel bintang tiga. setelah mandi dan salat subuh kami turun ke lobi. sudah ramai. banyak sekali orang turun dari lantai atas pakai tangga. di antara mereka banyak yang mengenal saya. lobi pun jadi arena studio foto. baca juga:jaksa terdakwa kami pun saling sapa. tahulah saya: mereka adalah orang tua santri yang sekolah di al zaytun. saya bertanya asal daerah mereka: jakarta, bekasi, bandung, lampung, solo, semarang, magetan, pacitan, malang, surabaya, bondowoso. begitu beragam. dari banyak wilayah di indonesia. mereka sudah tiga hari di al zaytun. selasa kemarin adalah hari keempat rangkaian acara peringatan 25 tahun pesantren itu. selama empat hari itu, tiap pagi, mereka harus berolahraga. jalan kaki. ke mana pun. di dalam kompleks pesantren yang luas, rindang, dan tertata berblok-blok penuh pepohonan. berolahraga rupanya sudah menjadi jiwa pesantren ini. doktrin al zaytun memang tiga kata: sehat, cerdas, manusiawi. pun pemimpin tertinggi al zaytun. tiap hari berolahraga jalan kaki: 20.000 langkah. termasuk ketika sang pemimpin menjalani hidup di penjara. tiap hari ia jalan kaki keliling lapangan kecil di dalam penjara indramayu. selama 351 hari. baca juga:damai ahok anda sudah tahu siapa pemimpin tertinggi al zaytun: syekh panji gumilang. ia baru saja selesai menjalani masa hukumannya. kini syekh sudah aktif kembali di al zaytun –termasuk jalan kaki lagi 20.000 langkah di sana. khusus hari selasa kemarin orang tua santri punya dua pilihan olahraga: jalan kaki atau senam bersama saya dan tim dari surabaya. di antara 1.800 orang tua santri yang hadir banyak yang pilih jalan kaki. senam kami tidak seberapa laku: hanya sekitar 400 orang yang ikut goyang-goyang badan. itu pun sudah termasuk santri dewasa. saya agak sulit memberi contoh gerakan senam gaya khusus ini. hari masih gelap. mereka sulit melihat nicky dan saya yang lagi di atas panggung. baca juga:sutradara agung sesaat kemudian fajar mulai menyingsing. goyang masal pun riuh. jadwal olahraga itu sangat dini agar tidak mengganggu puncak acara milad: pukul 08.00. lokasi puncak acara di dalam masjid rahmatan lil alamin yang masih baru. belum sepenuhnya jadi, tapi sudah nyaris selesai. kubahnya yang berwarna keemasan sudah tampak menguning dari jauh: kubah itu bukan terbuat dari emas tapi benar-benar disemprot dengan lapisan emas. hanya pilihan warnanya tidak murni persis warna emas seperti masjid kubah emas di depok. di al zaytun warna emas itu dibuat sedikit lebih kuning tua. masjid ini tinggi sekali. tujuh lantai. tingginya 99 meter. menaranya lebih tinggi lagi: 34 lantai, 201 meter. baca juga:sembahyang rebutan kaca-kaca jendela juga belum terpasang. angin sepoi masuk ke dalam masjid –membuat udara pagi musim kemarau terasa lebih sejuk. acara berlangsung di lantai dasar masjid bertingkat tujuh ini. sekitar 5.000 orang memenuhi masjid. mereka duduk di kursi yang disusun sepenuh masjid. saat masuk masjid sepatu harus dilepas. panitia membagikan kantong sepatu yang didesain secara khusus. masing-masing membawa kantong berisi sepatu itu ke tempat duduk mereka. saya didudukkan di kursi utama menghadap mereka. ada tiga kursi di situ. yang dua lagi untuk syekh panji gumilang dan istri. mayjen purn kivlan zein juga berada di deret depan. baca juga:akal-akalan komjen pol purn susno duadji sudah mengisi acara di situ sehari sebelumnya. pun pemikir pancasila prof dr yudi latief. termasuk orang seperti ilham aidit –anak ketua umum pki di masa lalu. mereka adalah para pembicara seminar tiga hari bertemakan "indonesia 1000 tahun lagi". di puncak acara ini saya melihat ''keanehan'' pada diri syekh panji gumilang: ia mengenakan baju batik lengan panjang. tumben. tidak biasanya syekh tampil berbatik. selama ini selalu saja syekh berpakaian ala barat: bersepatu, celana pantalon, jas, dan dasi. "tumben pakai batik," sapa saya. barulah saya tahu: itu bukan batik biasa. itu adalah baju batik yang sudah berumur 25 tahun. itulah baju batik yang dikenakan syekh saat meletakkan batu pertama pembangunan al zaytun 25 tahun lalu. baca juga:anti gempa setelah itu batik tersebut hanya satu kali lagi dipakai: saat menemui wakil presiden (waktu itu) try sutrisno di surabaya. saya tidak bisa mengikuti puncak acara sampai selesai. saya harus buru-buru ke jakarta. tapi saya diminta menanam pohon dulu. lokasinya jauh dari masjid. yakni di pinggir jalan baru yang sedang dibangun al zaytun. jalan baru itu panjangnya dua kilometer. itulah rencana jalan menuju gerbang baru: gerbang barat. kalau jalan itu nanti selesai lengkaplah al zaytun memiliki empat gerbang di empat penjuru angin. saya tertegun sampai di lokasi penanaman pohon. pohon jati yang akan ditanam sudah besar. sudah berumur empat tahun. sudah setinggi lebih enam meter. berarti deretan pohon di sepanjang jalan baru itu nanti adalah pohon yang langsung sudah rindang. baca juga:gempa mk saya pun tertegun melihat cara al zaytun memindahkan pohon besar: pakai alat berat jenis big john. saya sering melihat cara kerja mesin seperti itu di tiktok. dengan berdecak kagum. kali ini saya melihatnya di kenyataan. alat berat itu memiliki ''kuku kuku besi'' yang besar nan tajam. ''kuku'' itu menghunjam tanah di sekeliling pohon. lalu menjebol pohon besar tersebut berikut akar dan tanahnya. dibawa ke lokasi baru. dimasukkan ke lubang besar yang juga dibuat dengan alat berat. maka sebenarnya bukan saya yang menanam pohon itu. big john-lah yang melakukannya. setiap tamu vip memang diminta ''menanam'' pohon di pinggir jalan baru tersebut. pohon yang dipindahkan itu berasal dari lingkungan al zaytun sendiri. saat awal menanam jati dulu jarak tanamnya dibuat lebih rapat. kian tahun dilakukan penjarangan. tidak dengan cara ditebang tapi dipindahkan. baca juga:no day rasanya mustahil program seperti ini bisa dilakukan tanpa big john. tapi bahwa ada pesantren yang terpikir membeli big john baru saya lihat di al zaytun. ternyata, di indonesia, memang baru ada dua mesin pemindah pohon seperti itu. satu di al zaytun. satunya lagi milik djarum. saya lama menatap big john. membayangkan berapa miliar rupiah harganya. saya sampai lupa di mana sepatu saya. maka saya ke lokasi penanaman pohon berjalan kaki tanpa sepatu. dari masjid ke jalan nun baru. di bawah terik matahari kemarau indramayu. tapi sebagai orang dari desa masih ingat cara jalan tanpa sepatu di musim panas: jalanlah lebih banyak pakai tumit yang kulitnya lebih tebal.
1
2
3
4
»
Tag
# disway
# dahlan iskan
Share
Koran Terkait
Kembali ke koran edisi Belitong Ekspres 29 Agustus 2024
Berita Terkini
China Pamer Teknologi Masa Depan, Mesin Gravitasi 100 Kali Lebih Kuat dari Bumi
Life Style
1 jam
Tanpa Modal! Baca Artikel di Indo Today Bisa Dapat Saldo DANA Gratis hingga Rp356.000
Life Style
1 jam
Daftar 5 Inovasi Teknologi Paling Keren di CES 2026 yang Bikin Melongo
Life Style
1 jam
Sejumlah Negara Blokir DeepSeek, AI China Dinilai Berisiko Keamanan Data
Life Style
1 jam
BMW Perkenalkan Asisten AI Berbasis Alexa+ di iX3 Generasi Kedua, Bisa Diajak Berdialog
Life Style
1 jam
Wagub Babel Hellyana Diperiksa 10 Jam Terkait Dugaan Ijazah Palsu, Dicecar 25 Pertanyaan
Nasional
1 jam
Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan Harus Terwujud Setiap Tahun
Ekonomi
2 jam
Darren Fletcher Jadi Pelatih Sementara MU, Minta Restu Sir Alex Ferguson
All Sport
2 jam
Daftar 21 Penghargaan Gubernur Babel Hidayat Arsani, Prestasi Nasional Sejak Dilantik
Babel Raya
2 jam
Bareskrim Polri Bongkar Perusahaan Fiktif untuk Aliran Dana Judi Online
Nasional
2 jam
Berita Terpopuler
PAD Sektor Perikanan Belitung Lampaui Target, Capai Rp743 Juta pada 2025
Belitong Raya
13 jam
Dishub Belitung Gelar Rapat Penataan Parkir Pusat Kota Tanjungpandan
Belitong Raya
6 jam
Timtim Maduro
Disway
8 jam
Kasus Mafia Tanah Mencuat di Air Ranggong Belitung, Hutan Produksi Diduga Diperjualbelikan
Belitong Raya
3 jam
Bencana dan Algoritma: Menata Ulang Komunikasi Krisis Pemerintah
Opini
4 jam
Fairfield Belitung Tawarkan 4 Tipe Kamar, Pilihan City View hingga Ocean View
Belitong Raya
5 jam
Berita Pilihan
Daftar 21 Penghargaan Gubernur Babel Hidayat Arsani, Prestasi Nasional Sejak Dilantik
Babel Raya
2 jam
Demi Beli Sabu, Residivis Narkoba Gasak Mesin Motor dan Peralatan Bengkel
Babel Raya
2 jam
Kasus Mafia Tanah Mencuat di Air Ranggong Belitung, Hutan Produksi Diduga Diperjualbelikan
Belitong Raya
3 jam
Kasus Pengoplosan LPG 3 Kg Bersubsidi P21, Polda Babel Limpahkan 2 Tersangka
Babel Raya
3 jam
Kasus Narkoba di Belitung Naik 46,8 Persen, Polres Perketat Patroli 2026
Belitong Raya
3 jam